TOP

Hasil Belajar IPA

Pengalaman yang Nyata
25 Maret 2011, Wonosobo. Hasil belajar berkaitan dengan bagaimana siswa belajar. Belajar dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan perilaku yang terjadi melalui pengalaman (Hernawan, 2007; 2.11). Segala perubahan perilaku baik pada aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), maupun psikomotor (keterampilan) yang terjadi karena proses pengalaman, dapat dikategotikan sebagai perilaku hasil belajar. Perubahan-perubahan perilaku yang terjadi secara insting atau terjadi karena kematangan atau perilaku yang terjadi secara kebetulan, tidak termasuk hasil belajar.
Teori belajar yang berkembang pada dasarnya ada tiga yaitu teori belajar disiplin mental atau teori daya (faculty theory), teori behafiorisme, dan teori organismik atau cognitive gestalt field. Namun yang banyak mempengaruhi praktik pelaksanaan belajar adalah teori organismik atau gestalt. Karena teori ini mengacu pada pengertian bahwa keseluruhan lebih bermakna daripada bagian-bagian, tetapi keseluruhan bukan kumpulan dari bagian-bagian. Manusia dianggap sebagai makhluk organisme yang melakukan hubungan timbal balik dengan lingkungan secara keseluruhan. Hubungan ini dijalin oleh stimulus dan respons. Menurut teori ini peran guru sebagai pembimbing bukan penyampai pengetahuan dan siswa sebagai pengolah bahan pelajaran. Belajar berlangsung berdasarkan pengalaman yaitu kegiatan interaksi antara individu dengan lingkungannya.belajar bukan menghafal tetapi memecahkan masalah dan metode yang dipakai adalah metode ilmiah dengan cara siswa dihadapkan pada permasalahan, merumuskan hipotesis, dan pada akhirnya siswa dibimbing untuk menarik kesimpulan.
Prinsip-prinsip teori organismik (gestalt) (Hernawan, 2007;2.13) adalah sebagai berikut:
a.    belajar berdasarkan keseluruhan,
b.    belajar adalah pembentukan kepribadian,
c.    belajar berkat pemahaman,
d.    belajar berdasarkan pengalaman,
e.    belajar adalah suatu proses perkembangan,
f.    belajar adalah proses berkesinambungan,
g.    belajar akan lebih berhasil jika dihubungkan dengan minat, perhatian dan kebutuhan siswa.
Hasil belajar mengacu pada segala sesuatu yang menjadi milik siswa sebagai akibat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan (Hernawan, 2007: 10.20). Jenis-jenis hasil belajar menurut Bloom (dalam Hernawan, 2007: 10.29) antara lain:
  1. kognitif, yaitu hasil belajar yang berkenaan dengan  pengembangan kemampuan otak dan penalaran siswa,
  2. afektif, yaitu hasil belajar mengacu pada sikap dan nilai yang diharapkan dikuasai siswa setelah mengikuti pembelajaran
  3. psikomotor, yaitu hasil belajar yang mengacu pada kemampuan bertindak.
Dalam kaitannya dengan ini hasil belajar yang diharapkan peneliti meliputi ketiganya. Kognitif siswa dalam IPA dapat meningkat dengan ditunjukkan pada nilai dalam evaluasi melebihi KKM IPA 65, afektif siswa ditunjukkan dengan sikap positif siswa terhadap IPA, timbul minatnya terhadap pelajaran IPA, serta menghilangkan anggapan bahwa IPA adalah pelajaran yang sulit. Sedangkan psikomotor siswa meningkat dengan terampil berhitung dan mengukur.
Hasil belajar dalam pendidikan yang ingin peneliti capai pada penelitian ini meliputi:
a.    hasil belajar kognitif, yang ditunjukkan siswa melalui nilai formatif dapat melebihi KKM IPA 60,
b.    hasil belajar afektif, yaitu tumbuhnya minat siswa dalam pembelajaran IPA,
c.    psikomotor, yaitu meningkatkan keterampilan berhitung dan mengukur siswa.