TOP

CONTOH LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS, SD MA'ARIF KEJAJAR, WONOSOBO



Foto bersama SD Ma'arif Tieng Keja
Foto bersama Juara 1 lomba Sinopsis 2011














Post, tgl 17 September 2011


LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE KOOPERATIF (JIGSAW) PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG
ENERGI DAN PENGGUNAANYA
DI KELAS IV SD MA’ARIF TIENG TAHUN 2011 

Diajukan  pada penilaian angka kredit unsur pengembangan profesi guru untuk kenaikan pangkat dari golongan IId ke IIIa





Disusun Oleh  : IDA YUANITA LAKSANAWATI, S.Pd.SD
NUPTK   : 51347356 3730 0003


UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KEC. KEJAJAR
SEKOLAH DASAR MA’ARIF TIENG 
Jln. KH. Wahid Hasyim Km23, Kec. Kejajar, Kab. Wonosobo
2011


LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
      Nama  : Ida Yuanita Laksanawati, S.Pd.SD
      NIP  : 19840115 200501 2 005
      Instansi : SD Ma’arif Tieng Kec. Kejajar
      Pangkat/Gol : Pengatur tk 1/ IId
      Jabatan  : Guru Muda Tk.1
Telah melakukan penelitian dengan Judul: “Upaya Peningkatan Hasil dan pemahaman siswa melalui penerapan model Kooperatif Jigsaw pada pembelajaran IPA tentang Energi dan Penggunaanya di kelas IV SD Ma’arif Tieng”
Kejajar, 26 Februari 2011
                  Peneliti
                  Ida Yuanita L

                   
Disyahkan oleh :


Ka. UPTD DIKPORA
Kec. Kejajar
H.HS. Sismandiri. S.Pd
NIP.19591230 197911 1 003
Pembina
Kepala Sekolah
SD Ma’arif Tieng
Umar, S.Pd
NIP.19641215 198608 1 002
Petugas Perpustakaan
SD Ma’arif Tieng
M. Irsyad Lutfi


KATA PENGANTAR 

      Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena Hanya atas rahmat, hidayah dan inayah-Nya, saya dapat menyelesaikan laporan Penelitian Tindakan Kelas di SD Ma’arif Tieng dengan lancar.
      Laporan ini saya susun dalam rangka memenuhi Diajukan  pada penilaian angka kredit unsur pengembangan profesi guru untuk kenaikan pangkat dari golongan IId ke IIIa yang telah saya laksanakan dari awal Februari sampai dengan akhir Maret.
      Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang baik langsung maupun tidak langsung telah membantu penyusunan laporan ini, yaitu kepada yang terhormat:
  1. Bapak Umar selaku kepala sekolah SD Ma’arif Tieng yang telah memberikan Saran, Ijin dan pertimbangan terhadap pelaksanaan PTK selama kegiatan berlangsung.
  2. Bapak H.HS. Simandiri selaku Kepala Dinas Dikpora Kec. Kejajar yang telah memberi pengesahan terhadap laporan PTK ini.
  3. Bapak dan Ibu Guru SD Ma’arif Tieng yang telah membimbing dan memotifasi serta mengarahkan kami hingga kegiatan Program Penelitian Tindakan Kelas  ini dapat terselesaikan dengan lancar.
      Dan akhirnya saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini banyak kelemahan atau kekurangan untuk itu, saya berharap kepada pembaca berkenan memberikan saran dan kritik yang membangun. Untuk itu sebelumnya kami ucapkan terimakasih.




Wonosobo,  Maret 2011
Peneliti

DAFTAR ISI 

UPAYA PENINGKATAN HASIL DAN PEMAHAMAN SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF JIGSAW PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG ENERGI DAN PENGGUNAANYADI KELAS IV SD MA’ARIF TIENG
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
BERITA ACARA SEMINAR (BARU)
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
ABSTRAK/RINGKASAN
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
  2. Identifikasi Masalah
  3. Pembatasan Masalah
  4. Rumusan Masalah
  5. Tujuan Penelitian
  6. Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
  1. Kajian teori
  2. Penelitian yang relevan
  3. Kerangka berfikir
  4. Hipotesis tindakan
BAB III METODOLODI/METODE/ PROSEDUR PENELITIAN
  1. Setting Penelitian
  2. Subyek Penelitian
  3. Sumber Data
  4. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data
  5. Validasi Data
  6. Analisis Data
  7. Indikator Kinerja
  8. Prosedur Penelitian
BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN
  1. Deskripsi kondisi awal
  2. Deskripsi siklus 1
    1. perencanaan tindakan
    2. pelaksanaan tindakan
    3. pengamatan tindakan
    4. refleksi hasil tindakan
  3. Deskripsi siklus 2
    1. perencanaan tindakan
    2. pelaksanaan tindakan
    3. pengamatan tindakan
    4. refleksi hasil tindakan

  4. Pembahasan/diskusi
  5. Hasil tindakan
BAB V PENUTUP
  1. Simpulan
  2. Implikasi
  3. Saran


DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN



DAFTAR LAMPIRAN
  1. Daftar Tabel
    1. Tabel 1 Waktu PTK
    2. Tabel 2 Jadwal Pelaksanaan Siklus
    3. Tabel 3 Perbedaan Kooperatif dengan tradisi
    4. Tabel 4 Hasil Tes Formatif siklus 1
    5. Tabel 5 Hasil Tes Formatif siklus 2
    6. Tabel 6 Hasil Tes Formatif siklus 3

  1. Daftar Gambar
    1. Diagram 1 Siklus Pelaksanaan Pembelajaran IPA
    2. Diagram 2 Kerangka berfikir
    3. Diagram 3 Grafik dan Poligon Nilai Awal, Siklus 1, Siklus 2, Siklus 3
    1. Daftar Lampiran
      1. Surat Ijin Penelitian………………........................
          2. Data Kondisi awal:
            2a. Data Proses Pembelajaran Kondisi Awal…….
            2b. Data hasil Belajar Kondisi Awal.......................
          3. Data Siklus 1:
            3a. Kisi-kisi soal siklus 1........................................
            3b. Butir soal tes siklus 1.......................................
            3c. Kunci Jawaban.................................................
         3d. Pedoman/Kriteria Penskoran Dan Penilaian.....
            3e. Contoh lembar jawaban siswa…………………
            3f.  Daftar hadir siswa……………………………….
            3g. Rekap nilai siklus 1……………………………..
            3h. RPP……………………………………………….
            3i.  Lembar pengamatan proses pembelajaran…..
            3j.  Hasil pengamatan proses pembelajaran
            3k. Rekap hasil pengamatan proses pembelajaran
      Data Siklus 2:
            3a. Kisi-kisi soal siklus 2...................................
            3b. Butir soal tes siklus 2.................................
            3c. Kunci Jawaban...........................................
          3d. Pedoman/Kriteria penskoran dan penilaian
            3e. Contoh lembar jawaban siswa…………….
            3f.  Daftar hadir siswa…………………………..
            3g. Rekap nilai siklus 2………………………….
            3h. RPP……………………………………………
            3i.  Lembar pengamatan proses pembelajaran
            3j.  Hasil pengamatan proses pembelajaran
            3k. Rekap hasil pengamatan proses pembelajaran
      Data Siklus 3:
            3a. Kisi-kisi soal siklus 3...................................
            3b. Butir soal tes siklus 3.................................
            3c. Kunci Jawaban...........................................
            3d. Pedoman/Kriteria penskoran dan penilaian
            3e. Contoh lembar jawaban siswa…………….
            3f.  Daftar hadir siswa…………………………..
            3g. Rekap nilai siklus 3………………………….
            3h. RPP……………………………………………
            3i.  Lembar pengamatan proses pembelajaran
            3j.  Hasil pengamatan proses pembelajaran
            3k. Rekap hasil pengamatan proses pembelajaran







       
    ABSTRAK
    Oleh. Ida Yuanita, L. S.Pd.SD
         Tujuan Penelitian ini adalah meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Jigsaw. Dalam pembelajaran IPA tentang Energi dan penggunaanya mendapat hasil belajar dengan rata-rata kelas yang belum mencapai KKM yang ditentukan. Maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa pembelajarannya bermasalah. Peneliti melibatkan Teman sejawat untuk menelaah, mengobservasi serta bersama peneliti mencari jalan keluarnya.
         Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelas IV SD Ma’arif Tieng  Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jateng. Penelitian ini dilakukan oleh guru di kelas tersebut. Dengan Siswa yang diteliti terdiri dari 33 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 20 anak perempuan. Penelitian dilaksanakan di  kelas IV  tahun pelajaran 2010/2011 semester 2 (dua) dengan bahan kajian Energi dan Pengunaannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2011 sampai bulan Maret 2011.
          Pelaksanaan PTK IPA kelas IV semester 2 ini dilaksanakan dalam 3 siklus masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengumpulan data, dan tahap refleksi. Metode yang digunakan adalah model pembelajaran Kooperatif Jigsaw. Penggunaan metode tersebut dikarenakan adanya kurang berhasilnya pembelajaran IPA pada KD energi dan penggunaanya.
          Dengan latar belakang data prestasi siswa awal yang lulus nilai KKM sebesar 36,4 % kemudian setelah diupayakan perbaikan pembelajaran dimulai dari siklus I prestasi sudah meningkat menjadi 70,1% dilanjutkan lagi siklus kedua prestasinya meningkat lagi kelulusan nilai KKM sebesar 66,4% di siklus ke tiga kelulusan semakin meningkat sebesar 75,61%
    Kata Kunci: Tujuan Pembelajatan. Kooperatif. Model Jigsaw. Minat. Hasil Belajar






    BAB I
    PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang Masalah
          Pada tahap awal, peneliti melakukan observasi bersama kolaborator pada kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang energy dan penggunaannya di kelas IV di SD Ma’arif Tieng pada semester II tahun ajaran 2011 / 2011. Dalam kegiatan obeservasi ini, peneliti bersama kolaborator mencatat semua hal yang terjadi pada kegiatan pembelajaran, dalam rangka untuk identifikasi masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan pembelajaran. Hasil obeservasi yang dilakukan selama tiga kali kegiatan pembelajaran IPA, dijumpai hal-hal sebagai berikut :
    1. Siswa terlihat malas belajar, suka bermain dalam kelas
    2. Motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kurang
    3. Hasi dan pemahaman belajar siswa tidak memenuhi standar KKM yang diharapkan

          Langkah selanjutnya peneliti mengadakan wawancara terhadap siswa, teman sejawat, dan kepala sekolah di lingkungan SD Ma’arif Tieng dan diperoleh keterangan sebagai berikut :
    1. Faktor dari luar sebagian orang tua siswa kurang mendukung anak dalam belajar
    2. Faktor dari sekolah kurangnya sarana prasarana yang digunakan
    3. Dari guru belum memanfaatkan secara maksimal penggunaan alat peraga

        Mata Pelajaran IPA untuk KD Energi dan penggunaannya telah ditetapkan KKM nya adalah 63 Namun dari 33 siswa yang ada, hanya 11 siswa yang mendapat nilai ≥ 65. Hal ini menjadikan pembelajaran dapat dikatakan tidak berhasil, sehingga perlu diadakan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
          Diharapkan setelah penelitian berlangsung nilai rata-rata 6,2 pada awal pembelajaran dapat berubah menjadi 65 dikarenakan sudah menggunakan model Kooperatif Jigsaw dalam pembelajarannya. Begitu juga dengan motivasi siswa akan meningkat terhadap pelajaran IPA pada khususnya.
        Penyebab rendahnya hasil belajar siswa bukan hanya berasal dari kegiatan pembelajaran di kelas, lingkungan masyarakat sekitar dan lingkungan keluarga siswa juga ikut berperan menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Perhatian orang tua siswa terhadap belajar anaknya di tempat peneliti mengajar sangat kurang. Orang tua siswa rata-rata bekerja sebagai petani dan pedagang kecil di pasar sehingga bekerja sebelum anaknya berangkat sekolah. Keadaan ini menyebabkan pada saat berangkat sekolah siswa tidak ada yang memperhatikan kebutuhannya. Sehingga motivasi belajar kurang. Belum lagi pada malam hari siswa tidak dibiasakan untuk dibantu dalam belajar. Sehingga pada saat sekolah banyak siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya.
        Sarana prasarana sekolah sebenarnya cukup memadai bagi terselenggaranya pendidikan yang baik. Suasana sekolah juga sangat kondusif pada saat aktifitas pembelajaran dilaksanakan. Ditinjau dari sisi proses pembelajaran di kelas, peneliti menyadari kesalahan-kesalahan yang peneliti lakukan. Antara lain penggunaan metode yang tidak sesuai, kurangnya kemampuan guru untuk menggali pengalaman siswa yang berhubungan dengan materi pembelajaran dengan fakta di lapangan yang sering dijumpai siswa, kurangnya penggunaan media sebagai proses adaptasi pengalaman siswa dengan konsep yang dipelajari, serta proses pembelajaran yang berpusat pada guru. Hanya masalah yang terkait dengan proses pembelajaran di kelas yang dapat peneliti perbaiki, untuk meningkatkan hasil belajar siswa peneliti menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran IPA terlebih dahulu sehingga timbul perhatian dan rasa suka terhadap IPA. Penelitian tindakan kelas yang peneliti laksanakan difokuskan pada tumbuhnya minat siswa terhadap pembelajaran IPA sehingga hasil belajar dapat ditingkatkan. Untuk itu peneliti menerapkan metode kooperatif Jigsaw Kooperatif Jigsaw yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Perbaikan pembelajaran akan peneliti lakukan melalui pola penelitian tindakan kelas.
          Agar permasalahan dapat dipecahkan, maka peneliti atau guru perlu melakukan tindakan yaitu melakukan pembelajaran model Kooperatif Jigsaw pada kelompok yang terdiri dari lima anak dipilih secara acak. Agar dapat meningkatkan motivasi siswa. Pada tindakan ke dua melakukan pembelajaran model Kooperatif Jigsaw pada kelomok kecil yang terdiri dari dua anak. Agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tindakan pertama dan kedua dilakukan bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
    1. Identifikasi Masalah
          Dari sisi proses pembelajaran di kelas, peneliti menyadari kesalahan-kesalahan yang peneliti lakukan sehingga hasil belajar siswa tidak maksimal. Hasil identifikasi terhadap proses pembelajaran IPA yang peneliti laksanakan memperlihatkan beberapa permasalahan yang dialami oleh siswa, antara lain:
    1. Siswa kurang memperhatikan penjelasan guru
    2. Motivasi belajar siswa rendah
    3. Ada beberapa siswa bermaian saat guru menjelaskan
    4. Siswa pasif dalam pembelajaran

           Peneliti bersama kolaborator melakukan analisis terhadap penyebab timbulnya masalah tersebut dilihat dari peneliti atau pengajar, yaitu sebagai berikut :
    1. Pada awal pembelajaran guru belum dapat memfokuskan siswa
    2. Guru belum memaksimalkan penggunaan alat peraga
    3. Guru belum mengajak siswa untuk aktif dalam pembelajaran
    4. Guru menyampaikan materi secara klasikal
    5. Guru dalam pembelajaran menggunakan metode yang kurang vareatif, sehingga siswa menjadi jenuh dalam pembelajaran.
          Setelah berdiskusi dengan pengamat yang merupakan teman sejawat berdasarkan hasil observasi, penyebab permasalahan siswa dalam pembelajaran maka diambil beberapa tindakan yang merupakan alternatif pemecahan masalah adalah :
    1. Pada awal pembelajaran guru menarik perhatian siswa dengan menggunkan alat peraga
    2. Guru menggunakan alat peraga secara efektif
    3. Pada pembelajaran guru melibatkan siswa untuk aktif dalam belajar
    4. Dalam menyampaikan materi guru sebaiknya membimbing siswa untuk mencapai pemahaman tertentu dengan membuat kesimpulan
    5. Dalam pembelajaran menggunkan berbagai macam metode sesuai kondisi anak pada saat pembelajaran berlangsung dan yang sesuai dengan materi yang diajarkan, sehingga pembelajaran akan menjadi efektif dan efisien.

    1. Pembatasan Masalah
          Agar tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan isi penelitian tindakan kelas ini maka peneliti membatasi permasalahan penelitian sebagai berikut:
      1. Metode kooperatif Jigsaw Terbimbing
      2. Media Sederhana
      3. Minat belajar siswa
      4. Mata pelajaran IPA

    1. Rumusan Masalah
          Berdasarkan hasil obeservasi dan wawancara, analisis penyebab timbulnya masalah, dan alternative tindakan pemecahan masalah diatas, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah melalui model belajar kooperatif (Jigsaw) Expert Group / kelompok ahli dapat meningkatkan hasil dan pemahaman belajar siswa pada pembelajaran IPA tentang Energi dan Penggunaanyadi kelas IV, SD Ma’arif Tieng, Semester II tahun ajaran 2011 / 2011? “ 
    1. Tujuan Penelitian
    1. Tujuan Umum
          Menumbuhkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran  IPA
    1. Tujuan Khusus
      Menumbuhkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan metode Kooperatif Jigsaw di kelas IV SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. 
    1. Manfaat Penelitian
          Secara khusus, manfaat yang dapat diambil dari penelitian tindakan kelas ini antara lain :
    • Bagi Siswa
    1. Membatu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran IPA di dalam kelas.
    1. Motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat

    • Bagi Guru
    1. Dengan melihat siswa yang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang difasilitasinya, guru juga termotivasi untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran IPA dengan berbagai cara yang mungkin, misalnya : menggunakan berbagai model pembelajaran, melengkapi alat peraga yang diperlukan, dll. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa dalam setiap pembelajaran.
    1. Dengan Penelitian ini dapat menjadikan guru lebih inovatif dalam memilih media pembelajaran yang tepat. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai salah satu acuan bagi guru agar lebih efektif, efisien dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
    • Bagi Sekolah
          Memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu proses maupaun mutu hasil pembelajaran IPA di Sekolah. Disamping itu juga hasil penelitian ini setidaknya dapat menambah berbagai media, teknik dan metode yang dilaksanakan serta dapat sebagai salah satu acuan bagi sekolah untuk mengambil kebijakan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pembelajaran.

    • Bagi perpustakaan
          Memberikan penambahan reverensi di perpustakaan sekolah. Sehingga referensi buku diperpustakaan meningkat. Akan menambah pengetahuan di perpustakaan sekolah.
          Secara umum, manfaat penelitian ini adalah sebagai salah satu usaha guru untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran bersama siswa dalam mewujudkan tujuan pendidikan IPA dan tujuan pendidikan Nasional.












    BAB II
    KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN 
    1. Kajian Teori
    1. Kreatifitas belajar IPA
    1. Hakikat IPA
            Untuk memahami IPA bisa kita tinjau dari istilah dan dari sisi dimensi IPA. Dari istilah, IPA adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang alam sekitas beserta isinya. Hal ini berarti IPA mempelajari semua benda yang ada di alam, peristiwa, dan gejala-gejala yang muncul di alam. Ilmu dapat diartikan sebagai suatu pengetahuan yang bersifat objektif. Jadi dari sisi istilah IPA adalah suatu pengetahuan yang bersifat objektif tentang alam sekitar beserta isinya.
            Hakekat IPA ada tiga yaitu IPA sebagai proses, produk, dan pengembangan sikap. Proses IPA adalah langkah yang dilakukan untuk memperoleh produk IPA. Proses IPA ada dua macam yaitu proses empirik dan proses analitik. Proses empirik suatu proses IPA yang melibatkan panca indera. Yang termasuk proses empirik adalah observasi, pengukuran, dan klasifikasi.
                 
    1. Hakikat Belajar
            Pada dasarnya manusia ingin tahu lebih banyak tentang IPA atau IPA, antara lain sifat IPA, model IPA, dan filsafat IPA. Pada saat setiap orang mengakui pentingnya IPA dipelajari dan dipahami, tidak semua masyarakat mendukung. Pada umumnya siswa merasa bahwa IPA sulit, dan untuk mempelajari IPA harus mempunyai kemampuan memadai seperti bila akan menjadi seorang ilmuan. Ada tiga alasan perlunya memahami IPA antara lain, pertama bahwa kita membutuhkan lebih banyak ilmuan yang baik, kedua untuk mendapatkan penghasilan, ketiga karena tiap kurikulum menuntut untuk mempelajari IPA. Mendefinisikan IPA secara sederhana, singkat dan yang dapat diterima secara universal sangat sulit dibandingkan dengan mendefinisikan ilmu-ilmu lain.
            Beberapa ilmuwan memberikan definisi IPA sesuai dengan pengamatan dan pemahamannya. Carin (1993:3) mendefinisikan science sebagai The actiIVty of questioning and exploring the universe and finding and expressing it’s hidden order, yaitu “Suatu kegiatan berupa pertanyaan dan penyelidikan alam semesta dan penemuan dan pengungkapan serangkaian rahasia alam.” IPA mengandung makna pengajuan pertanyaan, pencarian jawaban, pemahaman jawaban, penyempurnaan jawaban baik tentang gejala maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis (Depdiknas,2002a: 1).
            Belajar IPA tidak sekedar belajar informasi IPA tentang fakta, konsep, prinsip, hukum dalam wujud ‘pengetahuan deklaratif’, akan tetapi belajar IPA juga belajar tentang cara memperoleh informasi IPA, cara IPA dan teknologi bekerja dalam bentuk pengetahuan prosedural, termasuk kebiasaan bekerja ilmiah dengan metode ilmiah dan sikap ilmiah.
            Berdasar pada definisi yang telah dikemukakan sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa IPA selain sebagai produk juga sebagai proses tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pernyataan di atas selaras dengan pendapat Carin yang menyatakan bahwa IPA sebagai produk atau isi mencakup fakta, konsep, prinsip, hukum-hukum dan teori IPA. Fakta merupakan kegiatan-kegiatan empiris di dalam IPA dan konsep, prinsip, hukum-hukum, teori merupakan kegiatan-kegiatan analisis di dalam IPA. Sebagai proses IPA dipandang sebagai kerja atau sesuatu yang harus dilakukan dan diteliti yang dikenal dengan proses ilmiah atau metode ilmiah, melalui keterampilan menemukan antara lain, mengamati, mengklasifikasi, mengukur, menggunakan keterampilan spesial, mengkomunikasikan, memprediksi, menduga, mendefinisikan secara operasional, merumuskan hipotesis, menginterprestasikan data, mengontrol variabel, melakukan eksperimen. Sebagai sikap IPA dipandang sebagai sikap ilmiah yang mencakup rasa ingin tahu, berusaha untuk membuktikan menjadi skeptis, menerima perbedaan, bersikap kooperatif, menerima kegagalan sebagai suatu hal yang positif.
            Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada hakekatnya IPA terdiri atas tiga komponen, yaitu produk, proses, dan sikap ilmiah. Jadi tidak hanya terdiri atas kumpulan pengetahuan atau fakta yang dihafal, namun juga merupakan kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari rahasia gejala alam.
            Mata pelajaran IPA adalah salah satu mata pelajaran IPA yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis deduktif dengan menggunakan berbagai peristiwa alam dan penyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif dengan menggunakan IPA serta dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri.
            Melalui pelajaran IPA diharapkan para siswa memperoleh pengalaman dalam membentuk kemampuan untuk bernalar deduktif kuantitatif matematis berdasar pada analisis kualitatif dengan menggunakan berbagai konsep dan prinsip IPA (Depdiknas, 2002a: 6).
            Dari uraian di atas dapat disimpulkan dalam pembelajaran IPA untuk meneliti masalah-masalah harus melalui kerja ilmiah, yang disebut metode ilmiah yaitu: merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang dan melaksanakan ekperimen, menganalisis data pengamatan, serta menarik simpulan.
            Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisir, tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah. Hal ini berarti bahwa IPA harus diajarkan pada siswa secara utuh baik sikap ilmiah, proses ilmiah, maupun produk ilmiah, sehingga siswa dapat belajar mandiri untuk mencapai hasil yang optimal. Kemampuan siswa dalam menggunakan metode ilmiah perlu dikembangkan untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan nyata. 
        c. Kreatifitas Belajar
            Penelitian tindakan kelas ini berawal dari pemikiran bahwa kreatifitas yang mempunyai fungsi penting dalam kehidupan manusia dan dalam pencapaian hasil belajar siswa di sekolah adalah dapat dikembangkan. Upaya pengembangan kreatifitas biasa dilakukan melalui pelatihan khusus, dan sebenarnya dapat dilakukan melalui pengajaran. Pengajaran yang dirancang untuk mengembangkan kreatifitas siswa adalah pengajaran kreatif, dan salah satu jenisnya adalah pengajaran dengan pendekatan model pembelajaran kooperatif Jigsaw.
            Sementara pengajaran dengan pendekatan model pembelajaran Kooperatif Jigsaw dimaksudkan untuk mengembangkan kreatifitas siswa dan mempunyai efek pengiring dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Joyce dan Well, 1980). Model pembelajaran Jigsaw, yaitu pengajaran yang menekankan keterlibatan intelektual dan emosi siswa dalam proses belajar-mengajar (Sudjana, 1989) dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa (Partika, 1987; Wijayanti, 1991), dan menurut Romlah (1988) dapat pula meningkatkan kreatifitas siswa, dalam arti bahwa situasi kelas memungkinkan berkembangnya kreatifitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan sikap kreatif  serta minat dan hasil belajar siswa tentang energy dan penggunaanya dengan pendekatan model pembelajaran Kooperatif Jigsaw khususnya.
            Melalui kajian teori tentang kreatifitas, khususnya kemampuan berpikir kreatif dan sikap kreatif serta minat dan hasil belajar dengan pendekatan model pembelajaran Kooperatif Jigsaw, maka dalam penelitian tindakan kelas pada "model pembelajaran kooperatif Jigsaw" ini diajukan dua buah hipotesis yang diterapkan pada saat pembelajaran IPA tentang energy dan penggunaannya dengan siswa kelas IV berjumlah 33 orang SD Ma’arif Tieng kec. Kejajar.  
    2.  Hasil belajar IPA
      1. Hakikat IPA
          IPA disiplin ilmu memiliki ciri-ciri sebagaimana disiplin ilmu lainnya. Setiap disiplin ilmu selain mempunyai ciri umum, juga mempunyai ciri husus/karakteristik.
    Adapun ciri umum dari suatu ilmu pengetahuan adalah merupakan himpunan fakta serta aturan yang yang menyatakan hubungan antara satu dengan lainnya. Fakta-fakta tersebut disusun secara sistematis serta dinyatakan dengan bahasa yang tepat dan pasti sehingga mudah dicari kembali dan dimengerti untuk komunikasi (Prawirohartono, 1989: 93).
          Ciri-ciri khusus tersebut dipaparkan berikut ini.
    1. IPA mempunyai nilai ilmiah artinya kebenaran dalam IPA dapat dibuktikan lagi oleh semua orang dengan menggunakan metode ilmiah dan prosedur seperti yang dilakukan terdahulu oleh penemunya. Contoh : nilai ilmiah ”perubahan kimia” pada lilin yang dibakar. Artinya benda yang mengalami perubahan kimia, mengakibatkan benda hasil perubahan sudah tidak dapat dikembalikan ke sifat benda sebelum mengalami perubahan atau tidak dapat dikembalikan ke sifat semula. Perubahan kimia: lilin yang dibakar 
      html Pengembangan dan Pembelajaran IPA SD 6
    2. IPA merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis,
      dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam.
    3. IPA merupakan pengetahuan teoritis. Teori IPA diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi,  penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain
    4. IPA merupakan suatu rangkaian konsep yang saling berkaitan.
      Dengan bagan-bagan konsep yang telah berkembang sebagai suatu hasil eksperimen dan observasi, yang bermanfaat untuk eksperimentasi dan observasi lebih lanjut(Depdiknas, 2006).
    5. IPA meliputi empat unsur, yaitu produk, proses, aplikasi dan sikap.
      Produk dapat berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum. Proses merupakan prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah; metode ilmiah meliputi pengamatan, penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen, percobaan atau penyelidikan, pengujian hipotesis melalui eksperimentasi; evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan.

          Aplikasi merupakan penerapan metode atau kerja ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Sikap merupakan rasa ingin tahu tentang obyek, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. Pengembangan dan Pembelajaran IPA . 
    1. Hakikat Belajar
          Berdasarkan karakteristiknya, IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pemahaman tentang karakteristik IPA ini berdampak pada proses belajar IPA di sekolah.
          Pengembangan dan Pembelajaran IPA SD Sesuai dengan karakteristik IPA, IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan karakteristik IPA pula, cakupan IPA yang dipelajari di sekolah tidak hanya berupa kumpulan fakta tetapi juga proses perolehan fakta yang didasarkan pada kemampuan menggunakan pengetahuan dasar IPA untuk memprediksi atau menjelaskan berbagai fenomena yang berbeda. Cakupan dan proses belajar IPA di sekolah memiliki karakteristik tersendiri. 
      Uraian karakteristik belajar IPA dapat diuraikan sebagi berikut.
    1. Proses belajar IPA melibatkan hampir semua alat indera, seluruh proses berpikir, dan berbagai macam gerakan otot. Contoh : untuk mempelajari pemuaian pada benda, kita perlu melakukan serangkaian kegiatan yang melibatkan indera penglihat untuk mengamati perubahan ukuran benda (panjang, luas, atau volume), melibatkan gerakan otot untuk melakukan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dengan benda yang diukur dan cara pengukuran yang benar, agar diperoleh data pengukuran kuantitatif yang akurat. 
    2. Belajar IPA dilakukan dengan menggunakan berbagai macam cara (teknik). Misalnya, observasi, eksplorasi, dan eksperimentasi.
    3. Belajar IPA memerlukan berbagai macam alat, terutama untuk membantu pengamatan. Hal ini dilakukan karena kemampuan alat indera manusia itu sangat  terbatas. Selain itu, ada hal-hal tertentu bila data yang kita peroleh hanya berdasarkan pengamatan dengan indera, akan memberikan hasil yang kurang obyektif, sementara itu IPA mengutamakan obyektifitas. Contoh : pengamatan untuk mengukur suhu benda diperlukan alat bantu pengukur suhu yaitu termometer.
    4. Belajar IPA seringkali melibatkan kegiatan-kegiatan temu ilmiah (misal seminar, konferensi atau simposium), studi kepustakaan, mengunjungi suatu objek, penyusunan hipotesis, dan yang lainnya. Kegiatan tersebut kita lakukan semata-mata dalam rangka untuk memperoleh pengakuan kebenaran temuan yang benar-benar obyektif.
      Contoh : sebuah temuan ilmiah baru untuk memperoleh pengakuan kebenaran, maka temuan tersebut harus dibawa ke persidangan ilmiah lokal, regional, nasional, atau  bahkan sampai tingkat internasional untuk dikomunikasikan dan dipertahankan dengan menghadirkan ahlinya.
    5. Belajar IPA merupakan proses aktif. Belajar IPA merupakan sesuatu yang harus siswa lakukan, bukan sesuatu yang dilakukan untuk siswa. Dalam belajar IPA, siswa mengamati obyek dan peristiwa, mengajukan pertanyaan, memperoleh pengetahuan, menyusun penjelasan tentang gejala alam, menguji penjelasan tersebut dengan cara-cara yang berbeda, dan mengkomunikasikan gagasannya pada pihak lain. Keaktifan secara fisik saja tidak cukup untuk belajar IPA, siswa juga harus memperoleh pengalaman berpikir melalui kebiasaan berpikir dalam belajar IPA.
          Para ahli  pendidikan dan pembelajaran IPA menyatakan bahwa pembelajaran IPA seyogianya melibatkan siswa dalam berbagai ranah, yaitu ranah kognitif, psikomotorik, dan  afektif. Keaktifan dalam belajar IPA terletak pada dua segi, yaitu aktif bertindak secara fisik  atau hands-on dan aktif berpikir atau mindson (NRC, 1996:20)
       Pengembangan dan Pembelajaran IPA SD
    1. Hasil Belajar
          Menurut Dimyati dan Mudjiono, hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.
          Menurut Oemar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. Perinciannya adalah sebagai berikut:
    1. Ranah Kognitif
      Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.
    1. Ranah Afektif
      Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
    1. Ranah Psikomotor
      Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati).
          Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah.
          Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi. Howard Kingsley membagi 3 macam hasil belajar:
          a. Keterampilan dan kebiasaan
          b. Pengetahuan dan pengertian
          c. Sikap dan cita-cita
          Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut.
          Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik. 
    1. Hasil Belajar IPA
          Hasil belajar berkaitan dengan bagaimana siswa belajar. Belajar dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan perilaku yang terjadi melalui pengalaman (Hernawan, 2007; 2.11). Segala perubahan perilaku baik pada aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), maupun psikomotor (keterampilan) yang terjadi karena proses pengalaman, dapat dikategotikan sebagai perilaku hasil belajar. Perubahan-perubahan perilaku yang terjadi secara insting atau terjadi karena kematangan atau perilaku yang terjadi secara kebetulan, tidak termasuk hasil belajar.
          Teori belajar yang berkembang pada dasarnya ada tiga yaitu teori belajar disiplin mental atau teori daya (faculty theory), teori behafiorisme, dan teori organismik atau cognitive gestalt field. Namun yang banyak mempengaruhi praktik pelaksanaan belajar adalah teori organismik atau gestalt. Karena teori ini mengacu pada pengertian bahwa keseluruhan lebih bermakna daripada bagian-bagian, tetapi keseluruhan bukan kumpulan dari bagian-bagian. Manusia dianggap sebagai makhluk organisme yang melakukan hubungan timbal balik dengan lingkungan secara keseluruhan. Hubungan ini dijalin oleh stimulus dan respons. Menurut teori ini peran guru sebagai pembimbing bukan penyampai pengetahuan dan siswa sebagai pengolah bahan pelajaran. Belajar berlangsung berdasarkan pengalaman yaitu kegiatan interaksi antara individu dengan lingkungannya.belajar bukan menghafal tetapi memecahkan masalah dan metode yang dipakai adalah metode ilmiah dengan cara siswa dihadapkan pada permasalahan, merumuskan hipotesis, dan pada akhirnya siswa dibimbing untuk menarik kesimpulan.
          Prinsip-prinsip teori organismik (gestalt) (Hernawan, 2007;2.13) adalah sebagai berikut:
      1. belajar berdasarkan keseluruhan,
      2. belajar adalah pembentukan kepribadian,
      3. belajar berkat pemahaman,
      4. belajar berdasarkan pengalaman,
      5. belajar adalah suatu proses perkembangan,
      6. belajar adalah proses berkesinambungan,
      7. belajar akan lebih berhasil jika dihubungkan dengan minat, perhatian dan kebutuhan siswa.
          Hasil belajar mengacu pada segala sesuatu yang menjadi milik siswa sebagai akibat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan (Hernawan, 2007: 10.20). Jenis-jenis hasil belajar menurut Bloom (dalam Hernawan, 2007: 10.29) antara lain:
    1. kognitif, yaitu hasil belajar yang berkenaan dengan  pengembangan kemampuan otak dan penalaran siswa
    2. afektif, yaitu hasil belajar mengacu pada sikap dan nilai yang diharapkan dikuasai siswa setelah mengikuti pembelajaran
    3. psikomotor, yaitu hasil belajar yang mengacu pada kemampuan bertindak.
          Dalam kaitannya dengan ini hasil belajar yang diharapkan peneliti meliputi ketiganya. Kognitif siswa dalam IPA dapat meningkat dengan ditunjukkan pada nilai dalam evaluasi melebihi KKM IPA 63, afektif siswa ditunjukkan dengan sikap positif siswa terhadap IPA, timbul minatnya terhadap pelajaran IPA, serta menghilangkan anggapan bahwa IPA adalah pelajaran yang sulit. Sedangkan psikomotor siswa meningkat dengan terampil berhitung dan mengukur.
           Hasil belajar yang ingin peneliti capai pada penelitian ini meliputi :
    1. hasil belajar kognitif, yang ditunjukkan siswa melalui nilai formatif dapat melebihi KKM IPA 63,
    2. hasil belajar afektif, yaitu tumbuhnya minat siswa dalam pembelajaran IPA,
    3. psikomotor, yaitu meningkatkan keterampilan berhitung dan mengukur siswa.
           
    3. Penggunaan metode Jigsaw dalam pembelajaran IPA (variabel X)
    1. Hakekat pembelajaran 
          Hakikat mengajar menurut Joyce dan Weil (1986) adalah membantu siswa memperoleh informasi, ide, ketrampilan, nilai, cara berfikir, saran untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara belajar dan bagaimana belajar. Tujuan jangka panjang kegiatan pembelajaran adalah membantu siswa mencapai kemampuan secara optimal untuk dapat belajar lebih mudah dan efektif dimasa datang. Untuk mencapai hal tersebut perlu kerangka pembelajaran secara konsptual (model pembelajaran) yang menentukan tercapainya tujuan pembelajaran.
          Untuk mendapatkan prestasi hasil belajar tidaklah semudah membalikkan tangan. Sebagai guru haruslah lebih teliti dan jeli terhadap permasalahan yang timbul dalam pembelajaran untuk segera menemukan jalan keluarnya. Sedangkan prestasi hasil belajar merupakan hasil dari pengujian dari sebuah tujuan pembelajaran yang mana sebelumnya telah dilaksanakan suatu proses pembelajaran dengan model tertentu sehingga siswa menguasai pengetahuan yang diharapkan, dibandingkan hasil dengan siswa yang lain pada kompetensi yang sama. Hal ini akan menujukkan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
          Konsep Pembelajaran Pembelajaran pada hakekatnya adalah kegiatan guru dalam membelajarkan siswa, ini berarti bahwa proses pembelajaran adalah membuat atau menjadikan siswa dalam kondisi belajar. Siswa dalam kondisi belajar dapat diamati dan dicermati melalui indikator aktifitas yang dilakukan, yaitu perhatian fokus, antusias, bertanya, menjawab, berkomentar, presentasi, diskusi, mencoba, menduga, atau menemukan. Sebaliknya siswa dalam kondisi tidak belajar adalah kontradiksi dari aktifitas tersebut, mereka hanya berdiam diri, beraktifitas tak relevan, pasif, atau menghindar. Dengan konsep seperti di atas, pembelajaran harus berprinsip minds-on, hands-on, dan constructifism. Hal ini berarti dalam pelaksanaan pembelajaran pikiran siswa focus pada materi belajar dan tidak memikirkan hal di luar itu, pengembangan pikiran tentang materi bahan ajar dilakukan dengan melakukan dan mengkomunikasikannya agar menjadi bermakna (Peter Sheal, 1989).
          Belajar yang sesungguhnya tidak menerima beegitu saja konsep yang sudah jadi, akan tetapi siswa harus memahami bagaimana dan dari mana konsep tersebut terbentuk melalui kegiatan mencoba dan menemukan. Karena belajar berkonotasi pada aktifitas siswa, sedangkan aktifitas individu dapat dipengaruhi oleh kondisi emosional, maka sepantasnya suasana pembelajaran yang kondusif dalam keadaan nyaman dan menyenangkan (De Porter, 1992), inilah tugas seorang guru sebagai pendidik. Dengan suasana yang kondusif maka muncullah motivasi dan kreatifitas, kondisi inilah cikal bakal aktifitas belajar dengan indikator tersebut di atas. Hal ini sesuai dengan istilah pembelajaran dengan prinsip Pakem, yaitu pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan.
          Sebagai seorang pendidik, diketahui bahwa profesionalisme seorang guru bukanlah pada kemampuannya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi lebih pada kemampuannya untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswanya. Menurut dengeng (1998) daya tarik suatu mata pelajaran (pembelajaran) ditentukan oleh dua hal pertama oleh mata pelajaran itu sendiri, kedua oleh cara mengajar guru. Oleh karena itu , tugas profesional seorang guru adalah menjadikan pelajaran yang sebelumnya tidak menarik menjadikannya menarik, yang diarasa sulit menjadi mudah, yang tadinya tak berrarti menjadi bermakna. Jika kondisi tersebut mempelajari lebih lanjut karena adanya kebutuhan dan belajar bukan sekedar berhasil. Namun untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah karena dibutuhkan pendidikan, keahlian, dan sikap khusus serta pengakuan masyarakat. Semua hal tersebut di kenal dengan empat kompetensi pendidik, yaitu kompetensi profesional, kompetensi paedagogi, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Semua proses diatas tercakup dalam proses yang kita sebut dengan pembelajaran. Pembelajaran adalah Proses memberikan materi sesuai dengan kompetensinya dengan menggunakan metode serta media pembelajaran yang mendukung materi yang diajarkan.
    1. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif
          Menurut Winataputra (2001). Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas pembelajaran. Dalam tingkat operasional model pembelajaran dan strategi pembelajaran sering di pertukarkan.
          Manusia memiliki derajat potensi, latar belakang historien, serta harapan masa depan yang berbeda-beda. Karena perbedaan itu, manusia dapat saling asah, asih dan asuh (saling mencerdaskan). Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah asih dan asuh sehingga tercipta masyarakat yang belajar ( Learning Community). Siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari sesama siswa.
          Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Elemen-elemen pembelajaran kooperatif menurut Lie (2004) adalah 1. Saling ketergantungan positif, 2. Interaksi tatap muka, 3. Akuntabilitas Individual dan, 4. Ketrampilan untuk menjalani hubungan antar pribadi atau ketrampilan sosial yang secara sengaja diajarkan.
          Perbedaan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran tradisional. Dalam pembelajaran tradisional di kenal pula belajar kelompok, namun demikian ada sejumlah perbedaan esensial anatara kelompok belajar kooperatif dengan kelompok belajar tradisional. Perhatikan tabel berikut ini.
       Perbedaan kelompok belajar kooperatif dengan kelompok belajar tradisional

      Kelompok belajar kooperatif Kelompok belajar tradisional
      Penekanan tidak hanya pada penyelesaian tugas juga hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi yang saling menghargai Penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas
      Guru memperhatikan secara langsung proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar Guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok belajar
      Ketrampilan sosial yang diperlukan dalam kerja gotong royang seperti kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, mempercayai orang lain, dan mengelola konflik secara langsung di ajarkan. Ketrampilan sosial sering tidak diajarkan secara langsung
      Pemimpin kelompok dipilih secara demokratis Pemimpin kelompok sering ditentukan oleh guru
      Pada saat pembelajaran berlangsung guru terus melakukan pemantauan melalui observasi dan melakukan intervensi jika terjadi masalah dalam kelompok pemantauan melalui observasi dan intervensi sering dilakukan oleh guru saat belajar kelompok berlangsung
      Tabel 1 Perbedaan Kooperatif dengan tradisi
      Keuntungan menggunakan metode kooperatif dalam pembelajaran diantaranya:
    1. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial
    2. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan
    3. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial
    4. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen
    5. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois
    6. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia
    7. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa
    8. Meningkatkan kesedian menggunakan ide orang lain yang dirasa lebih baik
    9. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin, norma atau cacat, etnis, kelas sosial, agama dan orientasi tugas.
          Model-model pembelajaran dikembangkan berdasarkan kompetensi yang telah ditetapkan dimana agar siswa dapat paham sesuai dengan kompetensi jenis pengetahuan. Tujuan utamanya adalah agar siswa lebih mudah menerima materi pembelajaran dan dapat bertahan dalam ingatan dalam jangka waktu yang relatif lama. Guru dalam hal ini sebagai fasilitator haruslah jeli dalam memilih model pembelajaran yang sesuai, hal ini akan menjadi efektif atau tidaknya guru dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswa.
    1.   Penggunaan Metode Jigsaw dalam pembelajaran IPA
          Pada pelaksanaan pembelajaran kali ini peneliti mengambil model kooperatif dengan metode Jigsaw. Metode ini dikembangkan Elliot Aronson dan kawan-kawan di Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi oleh Slafin dan kawan-kawan melalui metode Jigsaw. Langkahnya :
    1. Kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri dari 4 atau 5 siswa dengan karakteristik yang heterogen
    2. Bahan akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks, dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan atau akademik tersebut.
    3. Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bahan tersebut. Kumpulan siswa semacam itu disebut “Kelompok Pakar“ (Expert Grup) 
    4. Selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali kepada kelompok semula (home time) untuk mengajar anggota lain mengenai yang telah dipelajari dalam kelompok pakar.
    5. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam “home time”, para siswa di evaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari. Dalam metode Jigsaw versi Slavin, pemberian skor seperti dilakukan seperti dalam metode Stad. Individu atau tim yang memperoleh skor tinggi diberi penghargaan oleh guru.

    1. Penelitian Yang Relevan
          Penelitain tindakan kelas terhadap pembelajaran IPA telah banyak dilakukan oleh pakar peneliti dan praktisi-praktisi pendidikan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar. Berikut ini, peneliti menyertakan beberapa hasil penelitian tindakan kelas yang berhubungan dengan perbaikan pembelajaran IPA dan penggunaan media atau model pembelajaran. Hal itu dilakukan sebagai rujukan kegiatan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini.
          Berdasarkan hasil penelitian (Afif, 2009) melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan penggunaan metode Jigsaw melalui media alam sekitar di SD 1 Parikesit dikelas IV. Dapat meningkatkan Motivasi dan hasil belajar siswa pada  pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang sumber Energi Panas. Karena dapat menarik perhatian siswa. Sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
          Memperhatikan hasil penelitian pendahulu tentang penggunaan metode Jigsaw melalui media alam sekitar diyakini siswa memiliki pemahaman yang lebih baik. Sehingga siswa menjadi aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian siswa akan memperoleh hasil evaluasi belajar yang semakin baik.






    1. Kerangka Berfikir
          Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Berdasarkan latar belakang dan kajian teori yang telah diuraikan di atas, maka diperoleh alur berpikir sebagai berikut:










         Diagram 1 Kerangka berfikir





         Kondisi awal pembelajaran IPA di kelas IV SD Ma’arif Tieng sangat monoton karena guru belum menggunakan metode yang bervariasi dalam pembelajaran. Ceramah merupakan satu-satunya metode andalan, dan pemberian tugas selalu diberikan setelah ceramah selesai. Terlihat siswa sangat tidak semangat. Kondisi seperti itu berdampak pada hasil belajar siswa rendah, yaitu dengan KKM 64,1 setelah diambil nilai ulangan sebagai pre tes (pra siklus) diperoleh 11 dari 33 siswa yang dapat mencapai KKM, selebihnya 22 siswa belum mencapai KKM. Hal ini membuat guru peneliti berusaha melakukan tindakan melalui PTK dan merencanakan tindakan untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode terbimbing yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I penggunaan metode Jigsaw pada kelompok besar dan pada siklus II menggunakan metode Jigsaw pada kelompok kecil. siklus II menggunakan metode Jigsaw pada kelompok kecil. Diduga pada kondisi akhir setelah kegitan berlangsung siswa akan mengalami peningkatan hasil belajar. 
    1. Hipotesis Tindakan
          Dengan menggunakan metode Kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan minat dan hasil belajar dan pemahaman siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang energy dan penggunaannya, bagi siswa kelas IV SD Ma’arif Tieng Kec. Kejajar Kab. Wonosobo tahun pelajaran 2011/ 2011
          Berdasarkan penjelasan pada latar belakang, kajian teori, dan kerangka berpikir, maka dapat diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut:
          1. Penggunaan metode Kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan minat belajar IPA siswa di kelas IV SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo
          2. Penggunaan metode Kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo















    BAB III
    METODOLOGI PENELITIAN 
    1. Setting Penelitian
      1. Tempat Penelitian
         Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelas IV SD Ma’arif Tieng  Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo karena peneliti adalah guru di kelas tersebut.
      1. Waktu Penelitian
          Penelitian dilaksanakan di  kelas IV  tahun pelajaran 2010/2011 semester 2 (dua) dengan bahan kajian Energi dan Penggunaannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2011 sampai bulan Maret 2011.
    Tabel 1
    Pembagian Waktu Penelitian Tindakan Kelas 

        No Uraian Kegiatan Bulan
        Februari 2011 Maret 2011
        I II III IV
        1 Identifikasi masalah




        2 Penyusunan proposal




        3 Pelaksanaan Siklus I




        4 Pelaksanaan Siklus II




        5. Pelaksanaan Siklus II




        6. Penyusunan Laporan





    1. Subyek Penelitian
          Dalam penelitian tindakan kelas ini (PTK) ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Tahun Pelajaran 2010/2011 dengan jumlah 33 siswa, banyaknya siswa laki-laki 13 siswa dan banyaknya siswa perempuan 20 siswa dengan karakteristik latar belakang keluarga yang berekonomi menengah ke bawah. Sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petani Kentang, buruh dan pedagang sayuran di pasar sehingga pendidikan anak kurang diperhatikan.
    1. Sumber Data
         Sumber data pada penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh pada saat peneliti melakukan penelitian dan sumber data sekunder diperoleh dari data data pendukung lain yang dapat diperoleh di luar waktu melakukan penelitian.
         Adapu sumber data yang diperlukan pada penelitian ini adalah :
        1. Sumber data primer
      Sumber data primer diambil dari hasil observasi minat siswa terhadap proses pembelajaran IPA yang dilakukan, dan nilai hasil belajar pada akhir siklus 1 dan siklus 2.
        1. Sumber data sekunder
      Sumber data ini diperoleh dari learning log yang ditulis oleh siswa sendiri tentang proses pembelajaran IPA yang telah dilakukan, juga hasil wawancara guru ke siswa menanggapi proses pembelajaran.



    1. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data
    1. Teknik Pengumpul Data
            Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian tindakan kelas ini adalah:
    1. teknik tes untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran,
    2. teknik pengamatan untuk melihat minat siswa terhadap pembelajaran IPA menggunakan metode terbimbing dan menggunakan media sederhana,
    3. teknik wawancara untuk mendapat pengalaman langsung siswa terhadap proses pembelajaran dan
    4. learning log untuk mendapatkan umpan balikan dari pembelajaran yang dilaksanakan.
    1. Alat Pengumpul Data
      Sedangkan alat pengumpul data pada penelitian tindakan kelas ini adalah :
    1. Tes tertulis, berupa tes isian dan uraian dengan materi keliling bangun datar.
    2. Lembar pengamatan untuk melihat tingkat minat belajar siswa dengan komponen yang dilihat meliputi perilaku guru dan siswa dalam pembelajaran oleh observasi, yaitu:
                1. Guru, meliputi apersepsi, cara memotivasi siswa, mengarahkan siswa, penguasaan kelas, persebaran pertanyaan, dan kemampuan merangkum materi.
                2. Siswa, meliputi inisiatif mengeluarkan pendapat, ketekunan, semangat, disiplin, keaktifan, perhatian, kemampuan menjawab pertanyaan, kemampuan menyimpulkan, kemampuan menghitung, kemampuan memahami bahasa, kemampuan melakukan perintah, apresiasi pada mata pelajaran, rasa ingin tahu, ketertarikan pada pembelajaran
    3. Pedoman wawancara
      Pedoman wawancara dibuat agar terjadi kerangka yang jelas tentang pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh guru atau observer terhadap subjek (siswa).
    1. Lembar Learning Log
      Dibuat lembar learning log agar siswa lebih mudah menuangkan ide-ide atau kritik dan sarannya kepada proses pembelajaran yang baru saja dialami.
    1. Validasi Data
          Cara meningkatkan validitas penelitian tindakan adalah meminimalkan subyektifitas melalui trianggulasi. Bentuk-bentuk trianggulasi adalah trianggulasi waktu, trianggulasi ruang, trianggulasi peneliti, dan trianggulasi teoritis. Trianggulasi waktu dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dalam waktu yang berbeda, meliputi rentang waktu tindakan dilaksanakan dengan frekuensi yang memadai untuk menjamin bahwa efek perilaku tertentu bukan hanya suatu kebetulan. Trianggulasi peneliti dapat dilakukan dengan mengumpulkan data yang sama oleh beberapa peneliti/pengamat sampai diperoleh data yang relative konstan. Trianggulasi teoritis dapat dilakukan dengan memaknai gejala perilaku tertentu dengan dituntun oleh beberapa teori yang berbeda tetapi berkaitan.
          Data pada penelitian ini yang diperoleh dengan observasi atau pengamatan, wawancara dan learning log maka agar data valid divalidasi dengan cara trianggulasi baik waktu, peneliti maupun teoritis. Sedangkan data yang dipertoleh dengan tes divalidasi dengan validasi konten atau isi yang merujuk pada Permendiknas No. 2 2 dan 23 tahun 2007 tentang standar isi dan standar kelulusan.
    1. Analisis Data
          Setelah data diperoleh baik dari hasil wawancara, learning log,  observasi/pengamatan maupun tes tertulis, selanjutnya data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Pada prinsipnya analisis data untuk mencari dan mengatur secara sistematis data yang terkumpul untuk kemudian disimpulkan. Analisis data secara deskriptif kualitatif, dilakukan dengan memperhatikan indikator-indikator yang terdapat dalam panduan observasi, panduan pedoman wawancara, pedoman penilain yang merujuk pada permendiknas No. 20 tahun 2007 tentang pedoman penilaian. 
    1. Indikator Kinerja
         Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan  Minat dan Hasil Belajar IPA Materi Energi dan Penggunaannya di Kelas IV SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Tahun Pelajaran 2010/2011” adalah:
    1. Minat belajar siswa meningkat menjadi 60%
    2. Hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata 55,93 menjadi 65 dan 80% siswa sudah mencapai KKM.

    1. Prosedur Penelitian
          Pelaksanaan PTK IPA kelas IV semester 2 ini dilaksanakan dalam 3 siklus masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengumpulan data, dan tahap refleksi.
        Adapun kegiatan merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan Penelitian Tindakan Kelas Mata Pelajaran IPA kelas IV semester 2 dapat digambarkan dalam bentuk gambar diagram 1 sebagai berikut:

























    Diagram 2
    Siklus Pelaksanaan Pembelajaran IPA 
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
      Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
      Keterangan:

        Siklus I
            1. Tahap Perencanaan
          Senin, 2 Februari 2011
            1. Tahap Pelaksanaan
          Selasa, 16 Februari 2011
          1. Tahap Pengamatan
          Selasa, 16 Februari 2011
          1. Tahap Refleksi
          Selasa, 16 Februari 2011
        Siklus II
      1. Tahap Perencanaan
        Selasa, 20 Februari 2011
      1. Tahap Pelaksanaan
        Rabu, 23 Februari 2011
      1. Tahap Pengamatan
        Rabu, 23 Februari 2011
      1. Tahap Refleksi
        Rabu, 23 Februari 2011
              Siklus II
            1. Tahap Perencanaan
              Selasa, 20 Februari 2011
            1. Tahap Pelaksanaan
              Rabu, 24 Februari 2011
            1. Tahap Pengamatan
              Rabu, 24 Februari 2011
            1. Tahap Refleksi
              Rabu, 24 Februari 2011
      Table 2 Jadwal Pelaksanaan siklus
      Adapun deskripsi prosedur penelitian untuk setiap siklus sebagai berikut:
      1. Siklus I
        1. Tahap Perencanaan
          Penelitian ini peneliti mulai pada hari Senin, 27 Februari 2011 di  SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Peneliti mulai dengan mengidentifikasi kompetensi dasar yang sulit dicapai ketuntasannya. Kemudian peneliti menentukan kompetensi dasar “Mendeskripsikan energy panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar dan sifat-sifatnya” sebagai bahan penelitian.
           Karena berdasarkan pengalaman peneliti materi ini cukup mudah bagi siswa. Namun hasil pembelajaran masih kurang bagus. Siswa belum dapat mengingat secara sempurna tentang materi energy dan penggunaanya. Untuk itu dalam pembelajaran siklus I ini peneliti merencanakan penerapan metode kooperatif Jigsaw sebagai langkah agar siswa dapat mendeskripsikan energy panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar dan sifat-sifatnya. Harapan peneliti dengan serangkaian kegiatan pencarian yang dialami siswa sendiri dapat membuat siswa mengingatnya setiap saat karena sangat berkesan dengan pembuktian tersebut.
          Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti secara kolaborasi adalah sebagai berikut.
      1. Merancang pembelajaran dengan penggunaan media lingkungan sekitar sekoolah yang akan menjadi tindakan PTK
      2. Penulis menghubungi supervisor sebagai pembimbing pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
      3. Penulis koordinasi dengan teman sejawat untuk mengamati pelaksanaan perbaikan pembelajaran
      4. Membuat perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
      5. Menyusun Lembar Kegiatan Siswa (LKS).
      6. Menyusun instrumen observasi aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran
      7. Menyusun lembar evaluasi laporan hasil riset siswa secara tertulis dan secara lisan
      8. Menyusun soal evaluasi hasil belajar, dengan komposisi 60% soal yang berkaitan materi 40 % soal yang berkaitan dengan pengalaman hidup siswa.
      9. Menyiapkan lembar refleksi hasil pembelajaran
      10. Indikator pada siklus I, 50 % siswa dalam satu kelas memperoleh nilai ≥65 dalam kegiatan tersebut.

        1. Tahap Pelaksanaan
           Pelaksanaan Rencana Pembelajaran (RP) siklus I ini pada hari Selasa, 16 Februari 2011 pada pukul 09.00-10.10 diamati teman sejawat yang merupakan rekan kerja yaitu Laili Hani’ah. Adapun tahap pembelajaran yang dilakukan sebagai berikut:















    TAHAPAN PEMBELAJARAN
    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.  
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.  
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.  
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.  
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.  
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.  
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.  
      Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
      Penjelasan
      Tahapan Pertama (I) Eksplorasi
      Siswa diberi motivasi agar mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep atau materi yang akan dibahas. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan problematis, tentang fenomena yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari, yang sesuai dengan konsep atau materi yang akan dibahas.
      Tahapan kedua (II)
      Guru Membagi kelas dalam kelompok dan dipilih 1 orang yang ada dalam kelompok menjadi tim ahli. 1 ahli mempunyai anggota 2 s/d 3 anak.
      Tahapan ketiga (III) Elaborasi
      Guru meminta tim ahli sebagai Expert group dari perwakilan kelompok untuk diberi pengarahan tentang pelaksanaan pengamatan dalam mencari macam-macam benda yang berbeda sifat yang terdapat dilingkungan sekitar sekolah untuk diisikan dilembar kerja siswa. Siswa melakukan pengamatan diluar kelas.
      Tahapan keempat (IV)
      Bersama siswa guru membahas apa yang ditulis dari lembar kerja siswa dengan mengidentifikasi perbedaan sifat ketiga benda tersebut. Bersama siswa menyimpulkan
      Tahapan kelima (V) Konfirmasi
      Diambil dua kelompok kecil dengan nilai terbaik dan aktif dalam pembelajaran untuk menerima penghargaan. Diberikan juga penghargaan pada siswa yang aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran.
      Tahapan ketujuh (VI)
      Pada akhir pembelajaran Guru membagi lembar evaluasi, siswa mengerjakan evaluasi. Observasi dan reflesi dilakukan pada saat pembelajaran sedang berlangsung.
            Melalui penerapan model pembelajaran ini, pemahaman siswa akan meningkat. Fokus pada pelajaran. Siswa akan memiliki pengetahuan yang nyata. Tidak hanya di dengar tapi juga dilihat.
           Proses mengobservasi, dilakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran dan diskusi oleh siswa. Kegiatan mengobservasi dilakukan oleh tim peneliti yang terdiri dari 1 orang, untuk mengumpulkan data yang terdiri dari :
          1. Aktivitas guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran (instrumen terlampir),
          2. Kemampuan siswa dalam mengerjakan lembar kerja siswa secara berkelompok
          3. Evaluasi hasil belajar siswa
          4. Evaluasi hasil laporan penelitian tertulis

        1. Tahap Pengamatan
         Pengamatan dilakukan oleh teman sejawat Laili Hani’ah pada saat peneliti melaksanakan pembelajaran pada hari Selasa, 16 Februari 2011 aspek yang diamati adalah aspek minat siswa, perilaku guru, perilaku siswa dan sarana prasarana yang menunjang pembelajaran.
        Dalam menjalankan tugasnya posisi tempat duduk pengamat berada di belakang terpisah dengan tempat duduk siswa, supaya dapat mengamati proses pembelajaran. Pengamat bertugas melakukan observasi dengan memakai format observasi yang sudah disiapkan yaitu yang berupa lembar observasi apek minat siswa dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran.
        Menurut pengamat, pembelajaran yang peneliti laksanakan dalam kategori kurang sehingga minat siswa kurang dan pencapaian hasil belajar tidak maksimal. Peneliti sudah menggunakan peraga yang tepat namun kurang bervariasi. Siswa juga kurang aktif dalam pembelajaran.
          Alat pengumpulan data yang digunakan penelitian itu dikumpulkan dari berbagai sumber yang meliputi :
    1. Informan atau nara sumber yaitu siswa dan guru
    2. Lembar Observasi siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Data tentang kenerja siswa dan guru dianalisis dengan skala penilaian.
    3. Tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pembelajaran Bahasa Indonesia dan aktifitas lain yang berkaitan.
    4. Dokumen atau arsip, yang antara lain berupa kurikulum rencana pelaksanaan pembelajaran, hasil evaluasi siswa, absensi siswa, dan buku penilaian.

        1. Tahap Refleksi
         Refleksi Siklus I peneliti laksanakan pada hari Selasa, 16 Februari 2011 di ruang guru  SD Ma’arif Tieng Kecamatan  Kejajar Kabupaten Wonosobo dengan mengamati lembar observasi, rekapitulasi minat siswa serta perolehan hasil belajar siswa. Dari pengamatan teman sejawat peneliti mengevaluasi langkah-langkah yang telah ditempuh dan mengevaluasi data-data yang telah terkumpul.
         Berdasarkan pengamatan dan hasil refleksi peneliti menyadari adanya kekurangan dalam pembelajaran antara lain penerapan metode kooperatif Jigsaw belum maksimal penggunaannya. Peneliti masih mengejar target materi tidak mengutamakan proses yang dari perencanaan sudah peneliti inginkan. Didukung penggunaan media yang monoton dan kurang bervariasi. Tidak dapat menarik minat siswa dalam pembelajaran.
         Pengumpulan data hasil tes formatif, peneliti laksanakan setelah pelaksanaan pembelajaran hari Selasa, 16 Februari 2011 dengan dibantu pengamat. Data yang telah didapat, peneliti bagi menjadi 3 bagian. Data pertama berupa lembar pengamatan minat siswa dengan rata-rata 3,1 dalam kategori cukup, data kedua berupa lembar pengamatan penguasaan hasil belajar siswa dengan rata-rata kelas 65 sama dengan KKM IPA sebesar 64,1, persentase ketuntasan: 51% artinya dari 33 siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa sedangkan 13 siswa belum tuntas, data ketiga berupa lembar pengamatan pembelajaran dalam kategori cukup.
        Setelah mempelajari data-data yang telah terkumpul serta hasil refleksi, peneliti menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran pada siklus II sebagai berikut:
                1. menerapkan metode kooperatif Jigsaw pada kelompok kecil agar mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
                2. menerapkan metode kooperatif Jigsaw dengan memberikan penekanan pada pemberian penguatan dan penghargaan agar dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa sehingga timbul minat siswa dalam pembelajaran.
          Langkah perbaikan tersebut peneliti tuangkan dalam langkah pembelajaran pada siklus II dengan tujuan perbaikan pembelajaran menumbuhkan minat serta meningkatkan hasil belajar siswa pada IPA tentang energy dan penggunaannya.
      1. Siklus II
        1. Tahap Perencanaan
         Perencanaan perbaikan pembelajaran siklus II peneliti mulai setelah jam 11.00 karena jam pertama kelas peneliti diisi oleh guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Selasa, 23 Februari 2011 di SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Peneliti dilanjutkan pada kompetensi dasar “Menjelaskan berbagai energy alternative dan penggunaannya” sebagai bahan perbaikan dan langkah pembelajaran sesuai hasil refleksi.
         Langkah berikutnya adalah menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran yaitu menentukan skenario pembelajaran yang sesuai, mempersiapkan sumber bahan, dan alat bantu pengajaran yang dibutuhkan.
         Perencanaan perbaikan pembelajaran siklus II peneliti mulai setelah jam 11.00 karena jam pertama kelas peneliti diisi oleh guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Selasa, 23 Februari 2011 di SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Peneliti dilanjutkan pada kompetensi dasar “Menjelaskan berbagai energy alternative dan penggunaannya” sebagai bahan perbaikan dan langkah pembelajaran sesuai hasil refleksi.
         Langkah berikutnya adalah menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran yaitu menentukan skenario pembelajaran yang sesuai, mempersiapkan sumber bahan, dan alat bantu pengajaran yang dibutuhkan.
          Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti secara kolaborasi adalah sebagai berikut.
    1. Merancang pembelajaran dengan penggunaan metode kooperatif (Jigsaw) yang akan menjadi tindakan PTK
    2. Penulis koordinasi dengan teman sejawat untuk mengamati pelaksanaan perbaikan pembelajaran
    3. Membuat perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
    4. Menyusun Lembar Kegiatan Siswa (LKS).
    5. Menyusun instrumen observasi aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran
    6. Menyusun lembar evaluasi laporan hasil riset siswa secara tertulis dan secara lisan
    7. Menyusun soal evaluasi hasil belajar, dengan komposisi 60% soal yang berkaitan materi 40 % soal yang berkaitan dengan pengalaman hidup siswa.
    8. Menyiapkan lembar refleksi hasil pembelajaran
    9. Indikator pada siklus II, 60 % siswa dalam satu kelas memperoleh nilai ≥65 dalam kegiatan tersebut.





    1. Tahap Pelaksanaan
           Pelaksanaan Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP II) siklus II ini pada hari Rabu, 23 Februari 2011 pada pukul 09.00-10.10 dengan diamati teman sejawat yang merupakan rekan kerja yaitu Laili Hani’ah.
           Langkah-langkah pembelajaran siklus II sebagai berikut.
      • Eksplorasi
      Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
      • Mencari informasi dari buku, koran mengenai sumber energi alternatif

      • Matahari
      • Angin
      • Air
      • Panas
      • melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
      • memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
    • Elaborasi
      Dalam kegiatan elaborasi, guru:
      • membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
      • memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
      • memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
      • memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
      • memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
      • memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
      • memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi matahari
      • Energi matahari diubah menjadi energi listrik dengan alat sel surya
      • Digunakan langsung sebagai pemanas air di rumah dengan alat panel listrik
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi angin, dan memberikan contoh
      • Kapal layar
      • Kincir Angin
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi Air
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi Panas bumi
      • Konfirmasi
      Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
      • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
      • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

    1. Tahap Pengamatan
           Pengamatan dilakukan oleh teman sejawat yaitu Laili Hani’ah pada saat peneliti melaksanakan pembelajaran pada hari Rabu, 23 Februari 2011 aspek yang diamati adalah aspek minat siswa, perilaku guru, perilaku siswa dan sarana prasarana yang menunjang pembelajaran.
           Dalam menjalankan tugasnya posisi tempat duduk pengamat berada di belakang terpisah dengan tempat duduk siswa, supaya dapat mengamati proses pembelajaran. Pengamat bertugas melakukan observasi dengan memakai format observasi yang sudah disiapkan yaitu yang berupa lembar observasi apek minat siswa dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran.
           Menurut pengamat, pembelajaran yang peneliti laksanakan dalam kategori baik sehingga membangkitkan minat siswa dan pencapaian hasil belajar maksimal. Peneliti menggunakan peraga yang tepat dan bervariasi. Dan sangat menarik perhatian siswa, sebagai indikasinya begitu guru memasuki ruang kelas dengan membawa media yang akan digunakan dalam pembelajaran banyak siswa yang bertanya apa yang akan dilakukan dengan membawa barang-barang tersebut. Rasa ingin tahu siswa menumbuhkan minat siswa sehingga aktif dalam pembelajaran. Harapannya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
    1. Tahap Refleksi
           Refleksi Siklus II peneliti laksanakan pada hari Rabu, 23 Februari 2011 di ruang guru  SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo dengan mengamati lembar observasi, rekapitulasi minat siswa serta perolehan hasil belajar siswa. Dari pengamatan teman sejawat peneliti mengevaluasi langkah-langkah yang telah ditempuh dan mengevaluasi data-data yang telah terkumpul.
           Pembelajaran yang peneliti laksanakan benar-benar dapat membangkitkan minat siswa dalam pembelajaran. Sebagai indikasinya sejak peneliti memasuki kelas dengan membawa media yang banyak membuat siswa bertanya apa yang akan peneliti lakukan dengan barang-barang tersebut, padahal ini pelajaran IPA. Pertanyaan-pertanyaan siswa tersebut membuktikan bahwa rencana peneliti untuk menarik perhatian siswa berhasil. Apalagi setelah peneliti menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan siswa. Membuat siswa antusias ingin membuktikan apa yang telah didemonstrasikan peneliti dan perwakilan siswa di depan kelas.
           Pengumpulan data hasil tes formatif, peneliti laksanakan setelah pelaksanaan pembelajaran hari Kamis, 24 Februari 2011 dengan dibantu pengamat. Data yang telah didapat, peneliti bagi menjadi 3 bagian. Data pertama berupa lembar pengamatan minat siswa dengan rata-rata 4,1 dalam kategori baik sekali, data kedua berupa lembar pengamatan penguasaan hasil belajar siswa dengan rata-rata kelas 70,15 telah melampaui indikator kinerja yang ditetapkan dalam penelitian tindakan kelas ini dan perolehan nilai masing-masing siswa sudah 84% ≥ KKM IPA 64,1, persentase ketuntasan: 66,67% artinya dari 33 siswa yang tuntas sebanyak 22 siswa sedangkan 11 siswa belum tuntas, data ketiga berupa lembar pengamatan pembelajaran dalam kategori baik sekali.
           Setelah mempelajari data-data yang terkumpul, peneliti menghentikan penelitian sampai pada siklus II karena hasil belajar telah mencapai rata-rata 70,15 telah melampaui indikator kinerja yang ditetapkan dalam penelitian tindakan kelas ini dan perolehan nilai masing-masing siswa sudah 66% ≥ KKM IPA 65 dan aspek minat siswa telah mencapai kriteria baik, sudah sesuai dengan target peneliti. Pada pelaksanaan Siklus III diadakan tes formatif dan pelaksanaan pembelajaran seperti siklus II.
      1. Siklus III
        1. Tahap Perencanaan
          Perencanaan perbaikan pembelajaran siklus III peneliti mulai setelah jam 11.00 karena jam pertama kelas peneliti diisi oleh guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Selasa, 23 Februari 2011 di SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Peneliti dilanjutkan pada kompetensi dasar “Membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat kertas/parasut” dan Kompetensi Dasar “Menjelaskan perubahan energi bunyi melalui penggunaan alat musik” sebagai bahan perbaikan dan langkah pembelajaran sesuai hasil refleksi.
         Langkah berikutnya adalah menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran yaitu menentukan skenario pembelajaran yang sesuai, mempersiapkan sumber bahan, dan alat bantu pengajaran yang dibutuhkan.
         Langkah berikutnya adalah menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran yaitu menentukan skenario pembelajaran yang sesuai, mempersiapkan sumber bahan, dan alat bantu pengajaran yang dibutuhkan.
          Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti secara kolaborasi adalah sebagai berikut.
    1. Merancang pembelajaran dengan penggunaan metode kooperatif (Jigsaw) yang akan menjadi tindakan PTK
    2. Penulis koordinasi dengan teman sejawat untuk mengamati pelaksanaan perbaikan pembelajaran
    3. Membuat perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
    4. Menyusun Lembar Kegiatan Siswa (LKS).
    5. Menyusun instrumen observasi aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran
    6. Menyusun lembar evaluasi laporan hasil riset siswa secara tertulis dan secara lisan
    7. Menyusun soal evaluasi hasil belajar, dengan komposisi 60% soal yang berkaitan materi 40 % soal yang berkaitan dengan pengalaman hidup siswa.
    8. Menyiapkan lembar refleksi hasil pembelajaran
    9. Indikator pada siklus II, 70 % siswa dalam satu kelas memperoleh nilai ≥65 dalam kegiatan tersebut.

    1. Tahap Pelaksanaan
           Pelaksanaan Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP II) siklus II ini pada hari Kamis, 24 Februari 2011 pada pukul 09.00-10.10 dengan diamati teman sejawat yang merupakan rekan kerja yaitu Laili Hani’ah.
           Langkah-langkah pembelajaran siklus II sebagai berikut.
      • Eksplorasi
      Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
      • Mencari informasi dari buku, koran mengenai sumber energi alternatif

        • Matahari
        • Angin
        • Air
        • Panas
      • melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
      • memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
    • Elaborasi
      Dalam kegiatan elaborasi, guru:
      • membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
      • memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
      • memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
      • memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
      • memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
      • memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
      • memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi matahari
    • Energi matahari diubah menjadi energi listrik dengan alat sel surya
    • Digunakan langsung sebagai pemanas air di rumah dengan alat panel listrik
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi angin, dan memberikan contoh
    • Kapal layar
    • Kincir Angin
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi Air
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi Panas bumi
      • Konfirmasi
      Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
      • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
      • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

    1. Tahap Pengamatan
           Pengamatan dilakukan oleh teman sejawat yaitu Laili Hani’ah pada saat peneliti melaksanakan pembelajaran pada hari Kamis, 24 Februari 2011 aspek yang diamati adalah aspek minat siswa, perilaku guru, perilaku siswa dan sarana prasarana yang menunjang pembelajaran.
           Menurut pengamat, pembelajaran yang peneliti laksanakan dalam kategori baik. Minat siswa dan pencapaian hasil belajar maksimal. Peneliti menggunakan peraga yang tepat dan bervariasi. Minat siswa sudah terbentuk.
    1. Tahap Refleksi
           Refleksi Siklus III peneliti laksanakan pada hari Kamis, 24 Februari 2011 di ruang guru  SD Ma’arif Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo dengan mengamati lembar observasi, rekapitulasi minat siswa serta perolehan hasil belajar siswa. Dari pengamatan teman sejawat peneliti mengevaluasi langkah-langkah yang telah ditempuh dan mengevaluasi data-data yang telah terkumpul.
           Pengumpulan data hasil tes formatif, peneliti laksanakan setelah pelaksanaan pembelajaran hari Kamis, 24 Februari 2011 dengan dibantu pengamat. Data yang telah didapat, peneliti bagi menjadi 3 bagian. Data pertama berupa lembar pengamatan minat siswa dengan rata-rata 4,1 dalam kategori baik sekali, data kedua berupa lembar pengamatan penguasaan hasil belajar siswa dengan rata-rata kelas 75,61 telah melampaui indikator kinerja yang ditetapkan dalam penelitian tindakan kelas ini dan perolehan nilai masing-masing siswa sudah 81% ≥ KKM IPA 64,1, persentase ketuntasan: 81% artinya dari 33 siswa yang tuntas sebanyak 27 siswa sedangkan 6 siswa belum tuntas, data ketiga berupa lembar pengamatan pembelajaran dalam kategori baik sekali.
           Setelah mempelajari data-data yang terkumpul, peneliti menghentikan penelitian sampai pada siklus II karena hasil belajar telah mencapai rata-rata 75,61 telah melampaui indikator kinerja yang ditetapkan dalam penelitian tindakan kelas ini dan perolehan nilai masing-masing siswa sudah 80,1% ≥ KKM IPA 64,1 dan aspek minat siswa telah mencapai kriteria baik sekali, sudah sesuai dengan target peneliti.


    BAB IV
    HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN 
    1. Deskripsi Kondisi Awal
            Kondisi awal subyek penelitian menunjukkan data nilai rata-rata kelas adalah 62,42 dan tingkat ketuntasan siswa pada standar kompetensi ini baru 36,6% dihitung dari seluruh jumlah siswa. 
    1. Deskripsi Siklus 1
            Observasi yang dilakukan dengan bantuan teman sejawat pada saat perbaikan pembelajaran dari penyajian 12 butir tentang perilaku siswa yang diobservasi menunjukkan kemunculan yang bagus yaitu mencapai 85,4% keaktifan siswa dalam mengikuti perbaikan pembelajaran melalui PTK ini.
            Data yang diperolah dari tes setelah melaksanakan diskusi kelompok menunjukkan hasil dibawah ini :
    Tabel 4 Hasil Tes Formatif siklus 1




      Nilai
      Banyak Siswa Bernilai
      Jumlah
      50
      7
      350
      55
      1
      55
      60
      13
      780
      65
      1
      65
      70
      8
      560
      80
      1
      80
      85
      2
      170
      Jumlah nilai
      2060
           Nilai rata-rata kelas =  Jumlah nilai   
        Jumlah siswa
          =   2060
                 33
          =  62,42
     
           Tingkat keaktifan siswa yang tinggi sampai dengan 85,4% dari butir observasi perilaku siswa menunjukkan hasil yang baik. Empat kelompok kerja diskusi bisa diukur dari hasil lembar kerja siswa perolehan nilai rata-rata 64,3.
            Pada tes akhir perolehan nilai dibandingkan dengan data awal sebelum perbaikan pembelajaran ada peningkatan. Data awal yang lulus KKMnya 36,4% dari seluruh jumlah siswa. Pada siklus satu yang lulus sesuai nilai KKM 51% jadi dengan metode Kooperatif Jigsaw sangat membantu tingkat  keberhasilan siswa pada standar kompetensi Mendeskripsikan energy panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar dan sifat-sifatnya.
    1. Perencanaan Tindakan
            Tindakan direncanakan dengan mempersiapkan rpp didukung dengan media sebagai alat peraga
    1. Pelaksanaan Tindakan
            Pelaksanaan tindakan siklus satu dilaksanakan pada tanggal 16 Februari  2011. satu siklus pelaksanaan tindakan penelitian dengan waktu 2 X 35 menit.
    1. Pengamatan tindakan
            Pengamatan pada saat penelitian berkolaborasi dengan rekan guru,rekan guru mengamati tindakan- tindakan yang dilakukan oleh guru peneliti. Pengamatan aktifitas siswa  yang merupakan subyek penelitian dilakukan oleh guru peneliti
    1. Refleksi hasil tindakan
            Dari data-data yang sudah diperoleh baik pengumpulan nilai siswa juga skor prosentase pengamatan terhadap aktifitas siswa juga aktifitas guru peneliti sudah ada kemajuan dan perlu ditingkatkan pada siklus berikutnya
    1. Deskripsi siklus 2
            Observasi yang dilakukan dengan bantuan teman sejawat pada saat perbaikan pembelajaran dari 12 butir tentang perilaku siswa yang di observasi menunjukkan kemunculan meningkat dari 85,4%. Keaktifan siswa menjadi 89% dalam mengikuti perbaikan pembelajaran melalui PTK ini.








            Data yang diperolah dari tes setelah melaksanakan diskusi kelompok menunjukkan hasil dibawah ini :
    Tabel 5 Tes Formatif Siklus 2




    Nilai Banyak Siswa Bernilai Jumlah
    50 1 50
    60 10 600
    65 1 65
    70 10 700
    75 6 450
    80 1 80
    85 2 170
    100 2 200
    Jumlah nilai 2315

          Nilai rata-rata  =  Jumlah nilai
                                Jumlah siswa
                      =   2315
              33
                      =  70,15
          Keaktifan siswa dari butir observasi perilaku siswa menunjukkan data yang meningkat pada siklus I adalah 85% menjadi 88% juga pada tes dalam proses yang merupakan metode Kooperatif Jigsaw pada siklus pertama memperoleh nilai rata-rata 62,42 meningkat menjadi 70,5.
          Pada hasil tes akhir perolehan nilai dibandingkan dengan perolehan pada siklus I juga ada peningkatan dari lulus nilai kkmnya 36,3 % pada siklus pertama meningkat menjadi 70,5 % pada siklus dua .
    1. Perencanaan tindakan
            Tindakan direncanakan dengan mempersiapkan rpp didukung dengan media sebagai alat peraga
    1. Pelaksanaan Tindakan
            Pelaksanaan tindakan siklus dua dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2011. satu siklus pelaksanaan tindakan penelitian dengan waktu 2 X 35 menit.
    1. Pengamatan tindakan
            Pengamatan pada saat penelitian berkolaborasi dengan rekan guru,rekan guru mengamati tindakan- tindakan yang dilakukan oleh guru peneliti.Pengamatan aktifitas siswa  yang merupakan subyek penelitian dilakukan oleh guru peneliti.
    1. Refleksi hasil tindakan
            Dari data-data yang sudah diperoleh baik pengumpulan nilai siswa, skor prosentase pengamatan terhadap aktifitas siswa juga aktifitas guru peneliti ada kemajuan.Pelaksanaan penelitian tindakan kelas sudah bisa menunjukkan hasil peningkatan. 
    1. Deskripsi siklus 3
      Data yang diperolah dari tes setelah melaksanakan diskusi kelompok menunjukkan hasil dibawah ini :
      Tabel 6 Tes Formatif Siklus 6




    Nilai Banyak Siswa Bernilai Jumlah
    60 6 360
    65 1 65
    70 12 840
    75 4 300
    80 1 80
    85 2 170
    90 2 180
    100 5 500
    Jumlah nilai 2495

      Nilai rata-rata  =  Jumlah nilai
                                  Jumlah siswa
                        =   2495
                33
                        =  75,61 
    Diagram 3 Grafik dan Poligon Perincian nilai awal sampai siklus III



    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.

    1. Pembahasan/diskusi
            Pada akhir pelaksanaan tindakan kelas guru sebagai peneliti melakukan diskusi dengan guru pengamat aktifitas guru peneliti. Merumuskan dan membahas data-data yang diperoleh dari hasil evaluasi siswa, hasil pengamatan aktifitas siswa juga aktifitas guru peneliti dihasilkan adanya perbaikan pembelajaran.
    1. Hasil tindakan
            Dari data-data yang sudah diperoleh baik pengumpulan nilai siswa, skor prosentase pengamatan terhadap aktifitas siswa juga aktifitas guru peneliti sudah banyak kemajuan.




































    BAB V
    PENUTUP
    A. Simpulan
          Berdasarkan perbaikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan di kelas IV semester 2 SD Ma’arif Tieng dari analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Jigsaw pada mata pelajaran IPA Pada Standar Kompetensi Memahami berbagai bentuk energy dan cara penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari hasil prestasi siswa semakin meningkat. Dengan latar belakang data prestasi siswa yang lulus nilai KKM sebesar 36,4 % kemudian setelah diupayakan perbaikan pembelajaran dimulai dari siklus I prestasi sudah meningkat menjadi 70,1% dilanjutkan lagi siklus kedua prestasinya meningkat lagi kelulusan nilai KKM sebesar 66,4% di siklus ke tiga kelulusan semakin meningkat sebesar 75,61%.
          Hasil yang selalu meningkat dari setiap siklusnya menandakan pembelajaran Standar Kompetensi Memahami berbagai bentuk energy dan cara penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan model pembelajaran Kooperativ Jigsaw disimpulkan berhasil meningkatkam minat dan hasil belajar siswa. 
    B. Implikasi
          Guru kelas sebagai peneliti memerlukan keterlibatan dari guru lain, menjadi teman  untuk mengamati aktifitas guru peneliti dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Dengan menggunakan lembar pengamatan aktifitas guru ,akan mengetahui sejauh mana upaya yang sudah dilakukan oleh guru peneliti pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran berlangsung.
    C. Saran
          Dengan keberhasilan perbaikan pembelajaran menggunakan model Kooperatif Jigsaw penulis menyarankan :
        1. Bagi Guru
          1. Menerapkan penggunaan Kooperatif Jigsaw pada kompetensi dasar yang sama.
          2. Menerapkan dan menguasai berbagai pendekatan dalam pembelajaran agar siswa lebih mudah dalam memahami dan siswa tidak jenuh dan bosan.
          3. Kreatifitasan guru dalam merancang pembelajaran dan melaksanakan kegiatan pembelajaran bermakna sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
        2. Bagi Sekolah
          Hasil penelitian tindakan kelas ini dijadikan sebagai referensi untuk peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dan prestasi siswa pada khususnya



    DAFTAR PUSTAKA
      Andayani. 2008. Pemantapan Kemampuan Mengajar. Jakarta : Tiga serangkai.
    Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
      Mulyati, Yeti. M.Pd. 2004. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dikelas Rendah : Jakarta : Tiga serangkai.
      Wardhani, I. G. K. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Tiga serangkai.
      Winataputra, Udin S. 2007. Teori Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta : Tiga serangkai.

















    LAMPIRAN-LAMPIRAN
    Daftar Lampiran
    1. SURAT IJIN PENELITIAN
          2. DATA KONDISI AWAL :
          2a. Data Proses Pembelajaran Kondisi Awal
          2b. Data hasil Belajar Kondisi Awal
          3. DATA SIKLUS 1:
          3a. Kisi-kisi soal siklus 1
          3b. Butir soal tes siklus 1
          3c. Kunci Jawaban
        3d. Pedoman/Kriteria Penskoran Dan Penilaian
          3e. Contoh lembar jawaban siswa
          3f.  Daftar hadir siswa
          3g. Rekap nilai siklus 1
          3h. RPP
          3i.  Lembar pengamatan proses pembelajaran (aktivitas guru dan siswa)
          3j. Rekap hasil pengamatan proses pembelajaran
      DATA SIKLUS 2:
          3a. Kisi-kisi soal siklus 2.
          3b. Butir soal tes siklus 2.
          3c. Kunci Jawaban.
        3d. Pedoman/Kriteria penskoran dan penilaian
          3e. Contoh lembar jawaban siswa
          3f.  Daftar hadir siswa.
          3g. Rekap nilai siklus 2
          3h. RPP
          3i.  Lembar pengamatan proses pembelajaran (aktivitas guru dan siswa)
          3j. Rekap hasil pengamatan proses pembelajaran  
      DATA SIKLUS 3:
          3a. Kisi-kisi soal siklus 3.
          3b. Butir soal tes siklus 3.
          3c. Kunci Jawaban.
        3d. Pedoman/Kriteria penskoran dan penilaian
          3e. Contoh lembar jawaban siswa
          3f.  Daftar hadir siswa.
          3g. Rekap nilai siklus 3
          3h. RPP
          3i.  Lembar pengamatan proses pembelajaran (aktivitas guru dan siswa)
          3j. Rekap hasil pengamatan proses pembelajaran  




















    1. SURAT IJIN PENELITIAN

    SURAT IJIN PENELITIAN
    No. 25/SDMA/02/2011
    Yang bertanda tangan dibawah ini :
    Nama   : Umar, S.Pd
    NIP  : 19641215 198608 1 002
    Jabatan  : Kepala Sekolah
    Unit Kerja  : SD Ma’arif Tieng
    Memberikan ijin untuk melakukan penelitian tindakan kelas di kelas IV di SD Ma;arif Tieng Kec. Kejajar Kab. Wonosobo Kepada :
    Nama   : Ida Yuanita Laksanawati, S.Pd.SD
    NIP  : 19840115 200501 2 005
    Jabatan  : Guru Kelas
    Unit Kerja  : SD Ma’arif Tieng
    Demikian surat ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya
    Tieng, 5 Februari 2011

    Mengetahui
    Kepala Sekolah

    UMAR, S.Pd.SD
    NIP. 19641215 198608 1 002

    2. DATA KONDISI AWAL 
    2a. Data Proses Pembelajaran Kondisi Awal……. 

    Ilustrasi Kasus Pembelajaran 1 
          Bu Ida Yuanita Laksanawati, mengajar kelas IV di satu SD di daerah pegunungan letaknya di Tieng Kec. Kejajar. Disekitar lingkungan sekolah masih alami banyak pepohonan yang rindang. Suasana lingkungan sekolahnya yang nyaman. Di kelas IV ada 10 orang anak. Meskipun secara resmi, bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Indonesia, namun dalam berkomunikasi, baik guru maupun murid menggunakan bahasa daerah. Oleh karena itu, nuansa daerah sangat  terasa, baik di dalam maupun di luar kelas. Ketika seorang tamu dari luar daerah bertanya kepada anak-anak, mereka menjawab dengan bahasa Indonesia yang patah-patah, sehingga sukar dipahami maksudnya. Bu Ida Yuanita membantu memperbaiki jawaban anak tersebut, sehingga dapat dipahami oleh tamu.
          Suatu hari dalam pelajaran IPA, salah satu topik yang akan disampaikan adalah Energi dan penggunaannya. Seperti biasa, ketika masuk kelas, bu Ida mengucapkan salam yang disambut dengan salam serempak oleh anak-anak. Kemudian Bu Ida meminta anak-anak mengeluarkan buku IPA, dan selanjutnya bu Ida Yuanita memulai pelajaran dengan menuliskan pokok bahasan Sumber Energi, dan penggunaanya dengan topik/subtopik sumber Energi Panas.
          Setelah itu, terjadi peristiwa sebagai berikut. Bu Ida : “ anak-anak, hari ini kita belajar tentang Sumber Energi Panas. Siapa yang tahu jenis sumber Energi Panas apa saja ?” anak-anak menjawab secara serempak “ Api ”, “ya betul” bu Ida memberi penghargaan. “Jawaban kalian sudah betul namun masih ada yang kurang coba siapa yang tahu ?” tanya bu Ida. Semua terdiam tidak ada yang menjawab. Bu Ida selanjutnya memancing jawaban siswa dengan pertanyan “apakah kalian dirumah punya lilin ?” tanya bu Ida, “punya“ jawab siswa secara serempak. Dilanjutkan dengan bertanya “ apa yang terjadi jika lilin dinyalakan di lengan tangan akan terasa”. “lengannya terasa panas bu..” salah seorang siswa menjawab.  “Apakah kalian mengetahui mengapa lilin yang dinyalakan dan lengan di dekatkan akan terasa panas ?” tanya Bu Ida, “ panas Bu.. “ siswa menjawab. “Jadi ada energi dari energy cahaya menjadi panas” penjelasan bu Ida. Siswa terlihat antusias mendengarkan penjelasan bu Ida.
          Selanjutnya bu Ida memberikan materi arti jenis-jenis penghantar panas, beserta contohnya. Ditulis di papan tulis. Selanjutnya bu Ida menanyakan “apakah ada yang mau bertanya tentang sumber Energi Panas ?”. Siswa menjawab “tidak bu”, “apakah sudah jelas?” Bu Ida. Siswa serempak menjawab “ sudah bu”. Kemudian bu Ida membagikan soal evaluasi. Dan siswa mengerjakan soal evaluasi tersebut dengan mudah. Baru sekitar 15 menit soal evaluasi sudah terselesaikan. Kemudian bersama siswa hasil evaluasi di koreksi bersama siswa. Ternyata hasilnya kurang memuaskan ada 76 % siswa mendapat nilai kurang dari 70.
          Sepintas benak bu Ida bertanya dimanakah dalam pembelajaran yang kurang tadi itu. Namun dilanjutkan dengan penekanan penjelasan materi dengan memberikan persamaan dan perbedaan benda padat, cair dan gas.  Pada akhir pembelajaran bu Ida meminta siswa untuk sering membaca agar dapat menjawab pertanyaan pada soal nantinya.
          Ketika selesai pembelajaran bu Ida termenung. Ada guratan kecewa pada wajahnya. Ternyata pekerjaan anak-anak tidak sebaik ketika mereka ditanya. Kebanyakan anak-anak hanya memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan soal.
          Hasil obeservasi yang dilakukan selama tiga kali kegiatan pembelajaran IPA, dijumpai hal-hal sebagai berikut :
      1. Siswa terlihat malas belajar, suka bermain dalam kelas
      2. Motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kurang
      3. Hasi dan pemahaman belajar siswa tidak memenuhi standar KKM yang diharapkan

          Langkah selanjutnya peneliti mengadakan wawancara terhadap siswa, teman sejawat, dan kepala sekolah di lingkungan SD Ma’arif Tieng dan diperoleh keterangan sebagai berikut :
      1. Faktor dari luar sebagian orang tua siswa kurang mendukung anak dalam belajar
      2. Faktor dari sekolah kurangnya sarana prasarana yang digunakan
      3. Dari guru belum memanfaatkan secara maksimal penggunaan alat peraga







    LEMBAR OBSERVASI AWAL PEMBELAJARAN


    Mata Pelajaran / Topik IPA/ Energi dan penggunaannya
    Kelas / Sekolah IV/ SD Ma’arif Tieng
    Nama Pengajar Laili Hani’ah






    TAHAP / ASPEK INDIKATOR HASIL OBSERVASI
    KEGIATAN AWAL
    1. Apa yang dilakukan guru untuk menggali pengetahuan awal atau memotifasi siswa?
    2. Bagaimana respons siswa? Apakah siswa bertanya tentang sesuatu masalah terkait dengan apa yang disajikan guru pada kegiatan awal?
    Tidak begitu jelas
    Ya
    KEGIATAN INTI Materi ajar :
    1. Apakah guru memberikan penjelasan umum tentang materi ajar atau prosedur kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa?
    2. Bagaimana keterkaitan antara pembelajaran dengan realita kehidupan, lingkungan dan pengetahuan lainnya?
    Ya


    Ada keterkaitan
    Pengelolaan sumber belajar / media
    1. Apakah guru terampil dalam memanfaatkan dan mampu memanipulasi media pembelajaran?
    2. Bagaimana interaksi siswa dengan sumber belajar / media?
    Ya

    Kurang
    Strategi Pembelajaran
    1. Apakah proses pembelajaran dilaksanakan dengan strategi yang sesuai secara lancar?
    2. Apakah siswa dapat mengikuti alur kegiatan belajar?
    3. Apakah siswa aktif melakukan kegiatan fisik dan mental (berpikir)?
    Terhambat karena alat peraga terbatas
    Ya
    Kurang

    KEGIATAN PENUTUP Penguatan/konsulidasi

    1. Bagaimana cara guru memberikan penguatan, dengan mereviu, merangkum atau menyimpulkan?
    2. Apakah guru memberi tugas rumah untuk remidi atau penguatan?

    Menyimpulkan

    Ya


























    2b. Data hasil Belajar Kondisi Awal
         DAFTAR NILAI SIKLUS Awal, I, II, III




    No Nama Siswa NILAI
    AWAL I II III
    1 M.Ikhlas 60 75 75 75
    2 M.Syihabudin 50 55 65 65
    3 Rudi Khamid 60 60 70 70
    4 M.Deni Kharosat 70 70 70 90
    5 Zainatul Ummayah 60 65 70 70
    6 Hasib Mubarok 60 60 60 70
    7 Dea Pramesti 50 55 60 70
    8 Ahmad Yazid 80 80 100 100
    9 Ana Listiana 70 75 75 75
    10 Abdurrahman Lutfi 55 55 60 60
    11 Anis Khafida Firya 60 60 60 90
    12 Desti Widiya Ningrum 70 75 75 85
    13 Dia Rahma Aprilia 85 85 85 100
    14 Erna Damayanti 60 60 70 70
    15 Lial Khusna 85 85 85 100
    16 Lisna Khayatul Ikhda 60 60 60 60
    17 Lailatul Jannah 60 70 70 70
    18 Mega Aprilia 50 50 50 60
    19 M.Razif 70 75 75 75
    20 Nurul Amalia 60 60 60 70
    21 Naila Asikhatul Aini 70 80 100 100
    22 Ryan Andriawan 70 70 70 100
    23 Rohmatul Isnaeni 65 65 75 85
    24 Ryan Ardiyanto 60 65 75 75
    25 Syaiful Wildani 60 60 70 70
    26 Septi Hikmawati 50 50 60 60
    27 Sinta Salastulasifah 70 70 70 70
    28 Umi Khasanatun 50 55 60 60
    29 Umi Kulsum 60 70 70 70
    30 Zufni Asna Fahnidia 50 50 60 70
    31 Zainal Arifin 50 50 60 60
    32 Agel Aryanto 70 70 80 70
    33 Diana Dwi Saputri 60 60 70 80

    JML 2060 2145 2315 2495

    RT-RT 62,42 65 70,15 75,61

    >65 12 17 22 27


    3. DATA SIKLUS 1:
    3a. Kisi-kisi soal siklus 1
    KISI – KISI PENULISAN SOAL ULANGAN PELAJARAN 2010 / 2011 
    Nama Sekolah  : SD Ma’arif Tieng

    Mata Pelajaran  : IPA

    Kelas/Program  : IV / SD-MI

    Semester   : 2 (dua)

    Standar Kompetensi  : 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 

    No Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Indikator Pencapaian Kompetensi No Soal Bentuk Soal


    1. Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya

    Energi dan penggunaannya
    1. Energi Panas (hlm.148)

    1. Energi Bunyi
    (hlm.152)


    • Mengidentifikasi sumber-sumber energi panas.

    • Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas.

    • Menunjukkan tiga jenis perpindahan panas

    • Membuat daftar sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar.

    • Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

    • Menunjukkan bukti perambatan bunyi pada benda padat, cair, dan gas.

    • Menunjukkan bahwa bunyi dapat dipantulkan atau diserap.

    1.

    2.
    3.
    4.

    5.

    6.

    7

    PG

    PG
    PG
    PG

    PG

    PG

    PG


    1. Menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya

    Energi dan penggunaannya
    1. Energi Alternatif
    (hlm.161)


    • Mencari informasi berbagai sumber energi alternatif.

    • Memberi contoh benda-benda yang menggunakan sumber energi alternatif, misalnya mobil bertenaga surya.

    8.

    9.


    PG

    PG


    1. Membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat kertas/parasut

    Energi dan penggunaannya
    1. Karya dengan Menerapkan Konsep Perubahan Energi Gerak. (hlm.167)

    1. Karya dengan Menerapkan Konsep Bunyi (hlm.172)

    • Menentukan karya/model yang akan dibuat

    • Menentukan bahan yang akan digunakan.

    • Membuat karya/model sesuai rancangan.

    • Menguji karya/model yang dibuat dan menyempurnakannya.

    • Menerapkan prinsip-prinsip keselamatan, kesehatan, keamanan kerja dan menjaga kebersihan.

    10.

    11.
    12.
    13.

    14.

    PG

    Isian
    Isian
    Isian

    Isian


    1. Menjelaskan perubahan energi bunyi melalui penggunaan alat musik

    Energi dan penggunaannya
    Perubahan bunyi melalui alat musik (hlm.159)

    • Menunjukkan bukti perubahan bunyi melalui alat musik

    15.

    Isian

    KISI – KISI PENULISAN SOAL ULANGAN PELAJARAN 2010 / 2011 
    SIKLUS 1
    Nama Sekolah  : SD Ma’arif Tieng

    Mata Pelajaran  : IPA

    Kelas/Program  : IV / SD-MI

    Semester   : 2 (dua)

    Standar Kompetensi  : 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
    Alokasi Waktu   : 15 menit
    Jumlah    : 15
    Bentuk Soal  : I.  Pilda  : 10 butir
                II. Isian  : 5 butir 

    No Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Indikator Pencapaian Kompetensi No Soal Bentuk Soal


    1. Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya

    Energi dan penggunaannya
    1. Energi Panas (hlm.148)

    1. Energi Bunyi
    (hlm.152)


    • Mengidentifikasi sumber-sumber energi panas.

    • Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas.

    • Menunjukkan tiga jenis perpindahan panas

    • Membuat daftar sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar.

    • Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

    • Mengidentifikasi frekuensi bunyi

    • Menunjukkan bukti perambatan bunyi pada benda padat, cair, dan gas.

    • Menunjukkan bahwa bunyi dapat dipantulkan atau diserap.

    1 - 4

    5.
    6-9
    10.

    11.
    12 - 13
    14

    15

    PG

    PG
    PG
    PG

    Isian
    Isian
    Isian

    Isian
    3b. Butir soal tes siklus 1
    LEMBAR KERJA SISWA

    Isilah sesuai dengan apa yang kamu temukan dilingkungan sekitar sekolah kita, dan isikan pada tabel dibawah ini !




    NO Mengamati Menceritakan Pengamatannya
    1. Kelompok 1 Api
          1. ...................................................................................
          2. ..................................................................................
          3. ..................................................................................
    2. Kelompok 2 Matahari
          1. ................................................................................
          2. ................................................................................
          3. ...............................................................................
    3. Kelompok 3 Listrik
          1. ................................................................................
          2. ................................................................................
          3. ...............................................................................
    4. Kelompok 4 Gesekan
          1. ................................................................................
          2. ................................................................................
          3. Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. ...............................................................................
    LEMBAR EVALUASI SISWA

    Berilah tanda X pada huruf a,b,c, atau d pada jawaban yang benar!
    1.Sumber energy utama bagi bumi adalah…

      a.gunung berapi c.air
      b.matahari d.angin

    2.Benda penghasil api dengan cara digesekkan adalah…

      a.korek api c.radiasi
      b.peta d.interaksi

    3.Berikut ini beberapa contoh sumber energy panas,kecuali…

      a.matahari c.alat pemanas listrik
      b.api d.televisi

    4.Sumber energy panas magic jar diperoleh dari..

      a.matahari c.dispenser
      b.listrik d.api

    5.alat untuk mengukur panas disebut…

      a.  a.seismograf    c.dinamometer
      b.termometer    d.penggaris

    6.Panas merupakan bentuk energi yang dapat menaikkan atau menurunkan suhu suatu benda.Nama lain dari panas adalah…

      a.kalor c.gaya
      b.energi d.uap

    7.Alat yang dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik adalah…

      a.generator c.pesawat
      b.sel surya d.dinamometer

    8.Berikut adalah contoh bahan yang mudah menghatarkan panas adalah…

      a.plastik c.kertas
      b.karet d.aluminium

    9. Untuk mengeringkan baju diperlukan energi…

      a.kimia c.panas
      b.gerak d.listrik


    10.Proses sampainya panas matahari ke bumi terjadi secara…

      a.konduksi c.interaksi
      b.konveksi d.radiasi

    11.Panas dapat berpindah dengan cara berikut,kecuali…

      a.radiasi c.konveksi
      b.konduksi d.assimilasi


    12.Panas yang merambat langsung tanpa melalui zat perantara dikenal dengan sebutan…

      a.radiasi c.konveksi
      b.konduksi d.aliran

    13.Perpindahan panas yang terjadi pada logam disebut perpindahan panas secara…

      a.konduksi c.radiasi
      b.konveksi d.isolator

    14.Saat merebus air terjadi perpindahan panas secara…

      a.konduksi c.konveksi
      b.isolator d.radiasi
    15. .Sendok terasa panas saat digunakan untuk mengaduk the panas.hal ini membuktikan perpindahan panas secara…
      a.konduksi c.konveksi
      b.radiasi d.assimilasi




    16Contoh perpindahan panas secara radiasi adalah…
      a.Besi yang dipanaskan c.saat merebus air
      b.matahari ke tubuh kita d.sendok terasa panas saat digunakan mengaduk kopi panas

    17.Penghantar panas yang baik disebut…
      a.konveksi c.konduktor
      b.konduksi d.radiasi

    18.Dibawah ini bahan isolator adalah…
      a.karet c.tembaga
      b.besi d.aluminium

    19.Bunyi dihasilkan oleh benda yang…
      a.diam c.bergetar
      b.bergerak d.bergeser

    20.Alat music gitar berbunyi dengan cara..
      a.digesek c.dipukul
      b.ditiup d.dipetik

    Coba isi titik-titik dengan jawaban yang tepat ! 
      1.Bunyi dihasilkan oleh benda yang…
    2.Bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz disebut…
    3.Bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah…
    4.Ketika kita menyelam di kolam renang terjadi perambatan bunyi melalui…
    5.Pantulan bunyi yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi aslinya disebut… 
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.  


















    3c. Kunci Jawaban
    LEMBAR KERJA SISWA
    Kebijaksanaan guru
    LEMBAR EVALUASI SISWA 

    1. B
    2. a
    3. d
    4. b
    5. b
    6. a
    7. b
    8. d
    9. c
    10. d
    1. d
    2. a
    3. a
    4. c
    5. a
    6. b
    7. c
    8. a
    9. c
    10. d


    1.bergetar
    2.infrasonik
    3.audiosonik
    4.benda cair
    5.gaung







    3d. Pedoman/Kriteria Penskoran Dan Penilaian
    LAMPIRAN IV
    KUNCI JAWABAN
    LEMBAR KERJA SISWA
    Kebijaksanaan guru

    LAMPIRAN III
    LEMBAR EVALUASI SISWA 
    Prosedur Penilaian = Jawaban benar Pilda X 1 = 10 X 1 = 10
                      Jawaban benar Isian X 2  =  5  X 2  = 10
                      Jumlah Skor          20
    Nilai = Jumlah Skor X 5 = 20 X 5 = 100












    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. 3e. Contoh lembar jawaban siswa
    Berilah tanda X pada huruf a,b,c, atau d pada jawaban yang benar!
    1. a   b   c   d
    2. a   b   c   d
    3. a   b   c   d
    4. a   b   c   d
    5. a   b   c   d
    1. a   b   c   d
    2. a   b   c   d
    3. a   b   c   d
    4. a   b   c   d
    5. a   b   c   d
    Coba isi titik-titik dengan jawaban yang tepat !
                1. ...............................................................................................................................
      .........................................................................................................................
                1. ...............................................................................................................................
      ..............................................................................................................................
                1. ...............................................................................................................................
      ..............................................................................................................................
                1. ............................................................................................................................
      ............................................................................................................................
                1. ..........................................................................................................................
      ..............................................................................................................................
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.  








    3f.  Daftar hadir siswa
    DAFTAR ABSEN SISWA KELAS IV SD MA’ARIF TIENG
    Tanggal 16 Februari 2011 




    No absent Nama L/P Hadir Tidak Hadir
    1 M.Ikhlas L _
    2 M.Syihabudin L _
    3 Rudi Khamid L _
    4 M.Deni Kharosat L _
    5 Zainatul Ummayah P _
    6 Hasib Mubarok L _
    7 Dea Pramesti P _
    8 Ahmad Yazid L _
    9 Ana Listiana P _
    10 Abdurrahman Lutfi L _
    11 Anis KhafidaJannah Firya P _
    12 Desti Widiya Ningrum P _
    13 Dia Rahma Aprilia P _
    14 Erna Damayanti P _
    15 Lial Khusna P _
    16 Lisna Khayatul Ikhda P _
    17 Lailatul Jannah P _
    18 Mega Aprilia P _
    19 M.Razif L _
    20 Nurul Amalia P _
    21 Naila Asikhatul Aini P _
    22 Ryan Andriawan L _
    23 Rohmatul Isnaeni P _
    24 Ryan Ardiyanto L _
    25 Syaiful Wildani L _
    26 Septi Hikmawati P _
    27 Sinta Salastulasifah P _
    28 Umi Khasanatun P _
    29 Umi Kulsum P _
    30 Zufni Asna Fahnidia P _
    31 Zainal Arifin L _
    32 Agel Aryanto L _
    33 Diana Dwi Saputri P _
          Prosentase kehadiran siswa = Jumlah siswa yang hadir X 100 %
                                                          Jumlah siswa semua
                                                       =33  X 100 %
                                                         33
                                                       =100 %
         Jadi prosentase kehadiran siswa 100 %

























    3g. Rekap nilai siklus 1
         DAFTAR NILAI SIKLUS I

      No Nama Siswa Nilai Nilai KKM 63
      Tuntas Tidak Tuntas
      1 M.Ikhlas 75 -
      2 M.Syihabudin 55 -
      3 Rudi Khamid 60 -
      4 M.Deni Kharosat 70 -
      5 Zainatul Ummayah 65 -
      6 Hasib Mubarok 60 - -
      7 Dea Pramesti 55 -
      8 Ahmad Yazid 80 -
      9 Ana Listiana 75 -
      10 Abdurrahman Lutfi 55 -
      11 Anis Khafida Firya 60 -
      12 Desti Widiya Ningrum 75 -
      13 Dia Rahma Aprilia 85 -
      14 Erna Damayanti 60 - -
      15 Lial Khusna 85 -
      16 Lisna Khayatul Ikhda 60 -
      17 Lailatul Jannah 70 -
      18 Mega Aprilia 50 -
      19 M.Razif 75 -
      20 Nurul Amalia 60 -
      21 Naila Asikhatul Aini 80 -
      22 Ryan Andriawan 70 -
      23 Rohmatul Isnaeni 65 `-
      24 Ryan Ardiyanto 65 √` -
      25 Syaiful Wildani 60 -
      26 Septi Hikmawati 50 -
      27 Sinta Salastulasifah 70 -
      28 Umi Khasanatun 55 -
      29 Umi Kulsum 70 -
      30 Zufni Asna Fahnidia 50 -
      31 Zainal Arifin 50 -
      32 Agel Aryanto 70 -
      33 Diana Dwi Saputri 60 -

      JML 2145


      RT-RT 65

                                                                                                                          
          Prosentase ketuntasan siswa = Jumlah siswa yang tuntas  X 100 %
                                                                 Jumlah semua siswa
                                                              = 10  X 100 %
                                                                  14
                                                              = 71,4 %
                Jadi prosentase siswa yang lulus kkm adalah 71,4 %
      Nilai rata-rata kelas =  Jumlah nilai  
                    Jumlah siswa
                =   900
                       14
                =  64,3






















    3h. RPP
    RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
    (RPP SIKLUS I)
            Metode   : Kooperatif ( Jigsaw )
        Mata Pelajaran  : Ilmu Pengetahuan Alam
        Materi Pokok  : Energi Dan Penggunaannya
        Kelas / Semester  : IV / II
        Waktu    : 2 Jam Pelajaran (1 x Pertemuan)
        Pelaksanaan   : 16 Februari 2011
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    1. Standar Kompetensi  :
      8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
    1. Kompetensi Dasar
      8.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya
    1. Indikator
    • Mengidentifikasi sumber-sumber energi panas.
    • Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas.
    • Menunjukkan tiga jenis perpindahan panas
    • Membuat daftar sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar.
    • Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.
    • Mengidentifikasi frekuensi bunyi
    • Menunjukkan bukti perambatan bunyi pada benda padat, cair, dan gas.
    • Menunjukkan bahwa bunyi dapat dipantulkan atau diserap.

              • Karakter siswa yang diharapkan :  Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab ( responsibility ) Dan Ketelitian ( carefulness)


    1. TUJUAN
    1. Tujuan Pembelajaran** :
    • Siswa dapat Menyebutkan contoh energi panas
    • Lilin yang menyala menghasilkan panas
    • Gesekan antara dua benda dapat menghasilkan panas.
    • Dua telapak tangan yang digesekan menghasilkan panas
    • Siswa dapat Memahami pemantulan bunyi
    • Bunyi pantul
    • Gaung atau Kerdam
    • Gema
    • Siswa dapat Memahami penyerapan bunyi dan memberikan contoh benda yang dapat menyerap bunyi.
    1. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 
      Dengan mengunakan media pembelajaran yang berupa api, matahari, gesekan tangan, dan listrik serta menggunakan metode pembelajaran model kooperatif Jigsaw, pemahaman siswa energi dan penggunaannya dapat meningkat sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih baik
    1. Dampak pengiring
      Setelah pembelajaran tentang energi dan penggunaannya diharapkan secara bertahap siswa dapat memanfaatkan energy secara hemat atau sesuai dengan kebutuhan pada kehidupan sehari-hari 
    1. MATERI PEMBELAJARAN
    1. Pokok-pokok materi
      Energi dan penggunaannya
    • Energi Panas
    • Energi Bunyi

    Terompet yang kita tiup dapat berbunyi. Kincir angin dapat berputar.
    Pakaian yang kita jemur dapat kering. Semuanya itu dikarenakan adanya
    energi. Ada banyak energi di sekitar kita, di antaranya energi panas dan
    bunyi.
       Gambar 8.2 Energi bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari 
       Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.  Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    Sumber Energi Panas
       
    Matahari merupakan sumber energi panas terbesar. Energi panas
    tersebut berasal dari sinar matahari. Oleh karena itu, kita dapat
    merasakan panasnya sinar matahari. Tanpa matahari, tidak mungkin akan
    ada kehidupan. Energi panas juga dapat terjadi karena adanya gesekan
    benda-benda. Pada saat cuaca dingin orang-orang menggesekkan
    kedua tangannya. Mengapa demikian? Kedua tangan yang saling
       digesekkan dapat menimbulkan panas.
    Peristiwa perpindahan panas dapat dibedakan menjadi
    tiga. Ada konduksi, konveksi, dan radiasi.
    a. Konduksi
    Konduksi adalah perpindahan panas melalui energi tanpa
    aliran zat. Logam adalah penghantar panas yang baik. Contohnya besi,
    baja, atau aluminium. Benda-benda ini disebut konduktor. Konduktor
    adalah penghantar panas yang baik. Coba kamu panaskan ujung sendok
    Tujuan:
    Siswa memahami pengaruh gesekan dua benda terhadap energi panas.
    Alat dan bahan:
    Dua buah penggaris mika
    Langkah-langkah:
    1. Permukaan kedua penggaris mika digesekkan satu dengan yang lain.
    2. Penggaris tersebut ditempelkan ke tubuhmu.
    3. Apa yang kamu rasakan?
    4. Kedua penggaris digesekkan kembali dengan waktu yang lebih lama.
    5. Penggaris tersebut ditempelkan ke tubuhmu.
    6. Apakah yang kamu rasakan? Simpulan hasil kegiatan tersebut dituliskan di buku
    tugasmu.
    Kegiatan 8.1 ENERGI PANAS AKIBAT GESEKAN
    a. Konduksi
    Konduksi adalah perpindahan panas melalui energi tanpa
    aliran zat. Logam adalah penghantar panas yang baik. Contohnya besi,
    baja, atau aluminium. Benda-benda ini disebut konduktor. Konduktor
    adalah penghantar panas yang baik. Coba kamu panaskan ujung sendok
    b. Konveksi
    Konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai aliran zat.
    Apakah kamu dapat menyebutkan contohnya? Misalnya, saat kamu
    memasak air di panci menggunakan kompor. Suhu air dalam panci yang
    dipanaskan akan bertambah panas. Akibatnya air pun menjadi panas.
    Perpindahan panas dari panci menuju air disertai aliran zat.
    c. Radiasi
    Radiasi adalah perpindahan panas tanpa melalui zat perantara.
    Misalnya, panas matahari dan panas dari tungku pembakaran yang
    merambat ke tubuh kita. Panas sinar matahari merambat tanpa melalui
    zat perantara. Panas tungku api dapat menghangatkan tubuh kita. Panas
       tersebut merambat tanpa melalui zat perantara. 
    Sumber-Sumber Bunyi
       
    Semua benda yang dapat menimbulkan bunyi disebut sumber
    bunyi. Alat musik seperti seruling dan gitar dapat menimbulkan bunyi.
    Oleh karena itu disebut sumber bunyi. Cobalah pegang tenggorokanmu
    saat kamu berbicara atau menyanyi. Apa yang kamu rasakan pada
    tenggorokaanmu? Kamu akan merasakan tenggorokanmu bergetar.
    Berapa kali getaran yang kamu rasakan? Apakah kamu dapat
    menghitungnya? Banyak getaran yang terjadi dalam satu detik disebut
    dengan frekuensi. Satuan untuk frekuensi adalah hertz (Hz).
    Sumber bunyi ada yang menghasilkan bunyi bernada. Bunyi bernada
    adalah bunyi yang frekuensinya teratur. Bunyi tidak bernada disebut
    desah. Desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur. Frekuensi
    yang dapat didengar manusia berkisar 20–20.000 Hz. Bunyi yang
    memiliki frekuensi 20–2.000 Hz disebut dengan audiosonik. Bunyi yang
    memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz disebut infrasonik. Bunyi yang
    memiliki frekuensi lebih dari 20.000 Hz disebut dengan ultrasonik.
    Manusia tidak dapat mendengar bunyi infrasonik dan ultrasonik. Hanya
    hewan tertentu yang dapat mendengar bunyi tersebut. Contoh hewan yang
    dapat mendengar bunyi infrasonik adalah jangkrik. Kelelawar merupakan
       hewan yang dapat mendengar bunyi ultrasonik. 
    1. Sumber dan media
      1. Buku  SAINS SD Relevan Kelas IV
      2. Batu, pengaris mika, mug, kantong plastik, kertas koran, handuk, air hangat, jam, karet gelang.
      3.   Metode : Kooperatif ( Jigsaw ) dengan pembagian kelompok ahli (expert study), tanya jawab, ceramah, demontrasi dan diskusi.

    1. KEGIATAN PEMBELAJARAN
    1. Langkah-langkah kegiatan
    1. Pra kegiatan 5 menit
    • Guru mempersiapkan alat peraga
    • Guru mengabsen siswa
    1. Kegiatan Awal 10 menit
    • Guru menanyakan pelajaran yang telah lalu
    • Guru membagi kelas dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok mempunyai seorang yang ahli
    • Guru meminta tim ahli sebagai Expert group dari perwakilan kelompok untuk diberi pengarahan tentang pelaksanaan pengamatan dalam mencari macam-macam benda yang berbeda sifat yang terdapat dilingkungan sekitar sekolah untuk diisikan dilembar kerja siswa
    • Guru membagikan lembar kerja siswa
    1. Kegiatan Inti 30 menit
      • Eksplorasi
      Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
      • Memahami istilah sumber energi panas.
      • Menyebutkan contoh sumber energi panas
      • Lilin yang menyala menghasilkan panas
      • Gesekan antara dua benda dapat menghasilkan panas.
      • Dua telapak tangan yang digesekan menghasilkan panas
      • Memahami matahari sebagai sumber energi panas yang sangat besar dan tidak akan habis serta fungsinya bagi kehidupan di Bumi.
      • Memahami bahwa panas dapat berpindah
      • Menyebutkan cara perpindahan panas untuk kebutuhan.
      • melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
      • memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di luar ruangan kelas sesuai dengan pengarahan tadi. Pelaksanaan pengamatan dilakukan selama 15 menit.
      • Hasil dari pengamatan ditulis dalam lembar kerja siswa, setelah selesai kegiatan pengamatan
      • Elaborasi
      • Bersama siswa guru membahas apa yang ditulis dari lembar kerja siswa dengan mengidentifikasi perbedaan sifat ketiga benda tersebut.
      • Guru memberikan materi
      • Guru memberikan pokok masalah
      • Apakah manfaat energi panas pada kehidupan sehari-hari?
      • Apakah manfaat energy listrik pada kehidupan sehari-hari ?
      • Jawaban semua siswa dikumpulkan
      • Guru memberi tanggapan jawaban siswa untuk mengarahkan pada suatu kesimpulan akan energy dan penggunaannya
      • Guru bersama siswa menyimpulkan pokok masalah diatas.
      • Konfirmasi
      Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
      • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
      Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
      • Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang terbaik (aktif, bekerjasama, perilaku)
      • Guru memberikan materi dan penjelasan tentang perbedaan dan persamaan energi
    1. Kegiatan akhir 25 menit
    • Siswa diminta mengerjakan lembar evaluasi
    • Guru mengawasi jalannya evaluasi

    1. PENILAIAN
      A. Prosedure Penilaian
      1. Tes Awal (tidak ada)
      2. Tes dalam proses (ada) Pada lembar kerja
      3. Tes Akhir (ada) pada lembar menceritakan kembali
      B. Jenis tes (tertulis)
      C. Bentuk tes (Uraian)
      D. Alat tes (lampiran soal)
       




    Mengetahui
    Kepala SD Ma’arif Tieng
    ( UMAR, S. PD )
    NIP.19641215 198608 1 002 
    Wonosobo, ...........................
    Guru Kelas 4
    ( IDA YUANITA. L )
    NUPTK.51347356 3730 0003




















    LAMPIRAN V
    LEMBAR PENGAMATAN

    NO KELOMPOK KERJASAMA KEAKTIFAN KETERTIBAN NILAI






























































    KET
    A = SISWA AKTIF DAN KREATIF, MENGERJAKAN TUGAS
    B = SISWA AKTIF, MENGERJAKAN TUGAS
    C = SISWA PASIF, MENGERJAKAN TUGAS
    D = SISWA PASIF, TIDAK MENGERJAKAN TUGAS


    LAMPIRAN VI
    ANALISA NILAI HASIL ULANGAN 
    HARI / TANGGAL  : ..............................................
    KELAS   : IV




    NO MATERI PENJABARAN NILAI PEROLEHAN RATA-RATA PENCAPAIAN DAYA SERAP
    NILAI BANYAK SISWA


    10





    9





    8





    7





    6





    5





    4





    3





    2





    1





    0





















    3i.  Lembar pengamatan proses pembelajaran…..
      LEMBAR PENGAMATAN
      KEGIATAN GURU DALAM PERBAIKAN PEMBELAJARAN
      ( SIKLUS I ) 

    No Perilaku guru yang diobservasi Kemunculan Komentar
    1 Mengelola ruang,fasilitas pembelajaran Ada Tdk ada

    1.1 Menata fasilitas dan sumber belajar -

    1.2 Mengecek kehadiran siswa -
    2 Melaksanakan kegiatan perbaikan pembelajaran



    2.1 Mengadakan apersepsi -

    2.2 Melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan -

    2.3 Menggunakan alat bantu media yang sesuai -

    2.4 Melaksanakan pembelajaran dalam urutan yang logis -

    2.5 Melaksanakan perbaikan pembelajaran -

    2.6 Mengelola waktu pembelajaran secara efisien -
    3 Mengelola interaksi kelas



    3.1 Memberi petunjuk dan penjelasan isi pembelajaran -

    3.2 Menangani pertanyaan dan respon siswa -

    3.3 Menggunakan ekspresi lisan tulisan isyarat dan gerakan badan -

    3.4 Memicu dan memelihara ketertiban kelas -

    3.5 Memantapkanpenguasaan materi pembelajaran -
    4 Bersikap terbuka dan luwes serta membantu mengembangkan sikap positif siswa terhadap pembelajaran



    4.1 Menunjukkan sikap ramah,luwes,terbuka pengertian dan sabar -

    4.2 Menunjukkkan kegairahan dalam mengajar -


























      LEMBAR PENGAMATAN
      AKTIFITAS SISWA
      ( SIKLUS I ) 
    Petunjuk : Berilah penilaian dengan menggunakan tanda centang ( √ ) pada kolom  Yang sesuai

    No Perilaku Yang diobservasi Kemunculan Skor Ket
    Ada Tdk Ada 1 2 3 4 %
    1 1.1 Kehadiran Siswa - - - - 100

    1.2 Kelengkapan alat pelajaran siswa - - - - 50
    2 2.1 Respon terhadap apersepsi







    2.1.1 Acuh tak acuh - - - - 75

    2.1.2 Memperhatikan guru - - - - 100

    2.1.3 Responsif terhadap pertanyaan guru - - - - 100

    2.2 Perhatian siswa terhadap pembelajaran - - - - 75

    2.3 Perhatian siswa terhadap alat peraga - - - - 100
    3 3.1 Siswa yang mengajukan pertanyaan - - - - 75

    3.2 Suasana siswa pada saat pembelajaran - - - - 75
    4 4.1 Sikap siswa terhadap guru - - - - 100

    4.2 Gairah belajar siswa - - - - 100

    4.3 Percaya diri siswa - - - - 75
      Skor aktifitas siswa = Skor yang diperoleh X 100 %
                                          Skor maksimal
                                       =1025 X 100 %
                                          1200
                                       =85,4 %
       
    3j. Rekap hasil pengamatan proses pembelajaran
    LEMBAR OBSERVASI PEMBELAJARAN SIKLUS I


    Mata Pelajaran / Topik IPA/ Energi dan penggunaannya
    Kelas / Sekolah IV/ SD Ma’arif Tieng
    Nama Pengajar Laili Hani’ah






    TAHAP / ASPEK INDIKATOR HASIL OBSERVASI
    KEGIATAN AWAL
    1. Apa yang dilakukan guru untuk menggali pengetahuan awal atau memotifasi siswa?
    2. Bagaimana respons siswa? Apakah siswa bertanya tentang sesuatu masalah terkait dengan apa yang disajikan guru pada kegiatan awal?
    Menyanyikan lagu “Matahari”
    Ya
    KEGIATAN INTI Materi ajar :
    1. Apakah guru memberikan penjelasan umum tentang materi ajar atau prosedur kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa?
    2. Bagaimana keterkaitan antara pembelajaran dengan realita kehidupan, lingkungan dan pengetahuan lainnya?
    Ya


    Ada keterkaitan
    Pengelolaan sumber belajar / media
    1. Apakah guru terampil dalam memanfaatkan dan mampu memanipulasi media pembelajaran?
    2. Bagaimana interaksi siswa dengan sumber belajar / media?
    Ya

    Kurang
    Strategi Pembelajaran
    1. Apakah proses pembelajaran dilaksanakan dengan strategi yang sesuai secara lancar?
    2. Apakah siswa dapat mengikuti alur kegiatan belajar?
    3. Apakah siswa aktif melakukan kegiatan fisik dan mental (berpikir)?
    Terhambat karena alat peraga terbatas
    Ya
    Kurang

    KEGIATAN PENUTUP Penguatan/konsulidasi

    1. Bagaimana cara guru memberikan penguatan, dengan mereviu, merangkum atau menyimpulkan?
    2. Apakah guru memberi tugas rumah untuk remidi atau penguatan?

    Menyimpulkan

    Ya





















    DATA SIKLUS 2
    3a. Kisi-kisi soal siklus 2
    KISI – KISI PENULISAN SOAL ULANGAN PELAJARAN 2010 / 2011 
    Nama Sekolah  : SD Ma’arif Tieng

    Mata Pelajaran  : IPA

    Kelas/Program  : IV / SD-MI

    Semester   : 2 (dua)

    Standar Kompetensi  : 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 

    No Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Indikator Pencapaian Kompetensi No Soal Bentuk Soal


    1. Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya

    Energi dan penggunaannya
    1. Energi Panas (hlm.148)

    1. Energi Bunyi
    (hlm.152)


    • Mengidentifikasi sumber-sumber energi panas.

    • Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas.

    • Menunjukkan tiga jenis perpindahan panas

    • Membuat daftar sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar.

    • Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

    • Menunjukkan bukti perambatan bunyi pada benda padat, cair, dan gas.

    • Menunjukkan bahwa bunyi dapat dipantulkan atau diserap.

    1.

    2.
    3.
    4.

    5.

    6.

    7

    PG

    PG
    PG
    PG

    PG

    PG

    PG


    1. Menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya

    Energi dan penggunaannya
    1. Energi Alternatif
    (hlm.161)


    • Mencari informasi berbagai sumber energi alternatif.

    • Memberi contoh benda-benda yang menggunakan sumber energi alternatif, misalnya mobil bertenaga surya.

    8.

    9.


    PG

    PG


    1. Membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat kertas/parasut

    Energi dan penggunaannya
    1. Karya dengan Menerapkan Konsep Perubahan Energi Gerak. (hlm.167)

    1. Karya dengan Menerapkan Konsep Bunyi (hlm.172)

    • Menentukan karya/model yang akan dibuat

    • Menentukan bahan yang akan digunakan.

    • Membuat karya/model sesuai rancangan.

    • Menguji karya/model yang dibuat dan menyempurnakannya.

    • Menerapkan prinsip-prinsip keselamatan, kesehatan, keamanan kerja dan menjaga kebersihan.

    10.

    11.
    12.
    13.

    14.

    PG

    Isian
    Isian
    Isian

    Isian


    1. Menjelaskan perubahan energi bunyi melalui penggunaan alat musik

    Energi dan penggunaannya
    Perubahan bunyi melalui alat musik (hlm.159)

    • Menunjukkan bukti perubahan bunyi melalui alat musik

    15.

    Isian


































    KISI – KISI PENULISAN SOAL ULANGAN PELAJARAN 2010 / 2011 
    SIKLUS 2
    Nama Sekolah  : SD Ma’arif Tieng

    Mata Pelajaran  : IPA

    Kelas/Program  : IV / SD-MI

    Semester   : 2 (dua)

    Standar Kompetensi  : 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
    Alokasi Waktu   : 15 menit
    Jumlah    : 15
    Bentuk Soal  : I.  Pilda  : 10 butir
                II. Isian  : 5 butir

    No Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Indikator Pencapaian Kompetensi No Soal Bentuk Soal


    1. Menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya

    Energi dan penggunaannya
    1. Energi Alternatif
    (hlm.161)


    • Mencari informasi berbagai sumber energi alternatif.

    • Memberi contoh benda-benda yang menggunakan sumber energi alternatif, misalnya mobil bertenaga surya.

    1 - 5.

    6-10.


    Isian

    Isian




















    3b. Butir soal tes siklus 2.................................
    LEMBAR KERJA SISWA 
    Isilah sesuai dengan apa yang kamu temukan dilingkungan sekitar sekolah kita, dan isikan pada tabel dibawah ini !




    NO Mengamati Perubahan Energi Menceritakan penggunaan dan manfaat
    1. Kelompok 1 Energi Matahari

          1. ...................................................................................
          2. ..................................................................................
          3. ..................................................................................
    2. Kelompok 2 Energi Panas Bumi

          1. ................................................................................
          2. ................................................................................
          3. ...............................................................................
    3. Kelompok 3 Energi Air

          1. ................................................................................
          2. ................................................................................
          3. ...............................................................................
    4. Kelompok 4 Energi Angin
      Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.

          1. ................................................................................
          2. ................................................................................
          3. ...............................................................................
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. LEMBAR EVALUASI SISWA

    Coba isi titik-titik dengan jawaban yang tepat ! 
    1. Untuk mengeringkan baju diperlukan energy…
    2.Nama lain energy alternative adalah…
    3. Energi alternative yang digunakan untuk menggerakkan kincir air adalah…
    4. Alat yang dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik adalah…
        5.Perahu layar dapat bergerak dengan memenfaatkan energy…
    6.Mobil tenaga surya menggunakan sumber tenaga berupa…
    7.Di daerah pedesaan banyak dijumpai alat yang diletakkan di aliran sungai dan berfungsi menghasilkan sumber listrik.alat tersebut adalah…
    8. Biogas sebagai bahan bakar alternative yang dapat digunakan untuk bahan bakar…
    9.Energi yang dapat menggerakkan  kincir pada generator PLTA adalah energy…
    10.Pembangkit listrik tenaga uap memenfaatkan tenaga… 


















    3c. Kunci Jawaban
    LEMBAR KERJA SISWA
    Kebijaksanaan guru
    LEMBAR EVALUASI SISWA 
    1. Panas
    2. Energi pengganti
    3. Air
    4. Sel surya
    5. Angin
    6. Cahaya matahari
    7. Turbin
    8. Kompor
    9. Air
    10. Panas bumi
















    3d. Pedoman/Kriteria penskoran dan penilaian
    LEMBAR KERJA SISWA
    Kebijaksanaan guru


    LAMPIRAN III
    LEMBAR EVALUASI SISWA 
    Prosedur Penilaian = Jawaban benar Isian X 1 = 10 X 1 = 10
                                        Jumlah Skor  = 10
    Nilai = Jumlah Skor X 10 = 10 X 10 = 100
















    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. 3e. Lembar jawaban siswa
    Coba isi titik-titik dengan jawaban yang tepat !
                1. .............................................................................................................................
                2. ............................................................................................................................
                3. .............................................................................................................................
                4. ............................................................................................................................
                5. .....................................................................................................................
                6. ............................................................................................................................
                7. ...............................................................................................................................
                8. ............................................................................................................................
                9. .............................................................................................................................
                10. .......................................................................................................................
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.













    3f.  Daftar hadir siswa
    DAFTAR ABSEN SISWA KELAS IV SD MA’ARIF TIENG
    Tanggal 23 Februari 2011

    No absent Nama L/P Hadir Tidak Hadir
    1 M.Ikhlas L _
    2 M.Syihabudin L _
    3 Rudi Khamid L _
    4 M.Deni Kharosat L _
    5 Zainatul Ummayah P _
    6 Hasib Mubarok L _
    7 Dea Pramesti P _
    8 Ahmad Yazid L _
    9 Ana Listiana P _
    10 Abdurrahman Lutfi L _
    11 Anis KhafidaJannah Firya P _
    12 Desti Widiya Ningrum P _
    13 Dia Rahma Aprilia P _
    14 Erna Damayanti P _
    15 Lial Khusna P _
    16 Lisna Khayatul Ikhda P _
    17 Lailatul Jannah P _
    18 Mega Aprilia P _
    19 M.Razif L _
    20 Nurul Amalia P _
    21 Naila Asikhatul Aini P _
    22 Ryan Andriawan L _
    23 Rohmatul Isnaeni P _
    24 Ryan Ardiyanto L _
    25 Syaiful Wildani L _
    26 Septi Hikmawati P _
    27 Sinta Salastulasifah P _
    28 Umi Khasanatun P _
    29 Umi Kulsum P _
    30 Zufni Asna Fahnidia P _
    31 Zainal Arifin L _
    32 Agel Aryanto L _
    33 Diana Dwi Saputri P _
          Prosentase kehadiran siswa = Jumlah siswa yang hadir X 100 %
                                                          Jumlah siswa semua
                                                       =14  X 100 %
                                                         14
                                                       =100 %
         Jadi prosentase kehadiran siswa 100 %
























    3g. Rekap nilai siklus 2
    DAFTAR NILAI SIKLUS II




    No Nama Siswa Nilai Nilai KKM 63
    Tuntas Tidak Tuntas
    1 M.Ikhlas 75 -
    2 M.Syihabudin 55 -
    3 Rudi Khamid 60 -
    4 M.Deni Kharosat 70 -
    5 Zainatul Ummayah 65 -
    6 Hasib Mubarok 60 -
    7 Dea Pramesti 55 -
    8 Ahmad Yazid 80 -
    9 Ana Listiana 75 -
    10 Abdurrahman Lutfi 55 -
    11 Anis KhafidaJannah Firya 60 -
    12 Desti Widiya Ningrum 75 -
    13 Dia Rahma Aprilia 85 -
    14 Erna Damayanti 60 -
    15 Lial Khusna 85

    16 Lisna Khayatul Ikhda 60

    17 Lailatul Jannah 70

    18 Mega Aprilia 50

    19 M.Razif 75

    20 Nurul Amalia 60

    21 Naila Asikhatul Aini 80

    22 Ryan Andriawan 70

    23 Rohmatul Isnaeni 65

    24 Ryan Ardiyanto 65

    25 Syaiful Wildani 60

    26 Septi Hikmawati 50

    27 Sinta Salastulasifah 70

    28 Umi Khasanatun 55

    29 Umi Kulsum 70

    30 Zufni Asna Fahnidia 50

    31 Zainal Arifin 50

    32 Agel Aryanto 70

    33 Diana Dwi Saputri 60

                          
         Prosentase ketuntasan siswa = Jumlah siswa yang tuntas  X 100 %
                                                                 Jumlah semua siswa
                                                              = 12  X 100 %
                                                                  14
                                                              = 85,7 %
                Jadi prosentase siswa yang lulus kkm adalah 85,7 %
          Nilai rata-rata  =  Jumlah nilai
                                Jumlah siswa
                      =   930
               14
                      =  66,4










    3h. RPP
    RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
    (RPP SIKLUS II)
            Metode   : Kooperatif ( Jigsaw )
        Mata Pelajaran  : Ilmu Pengetahuan Alam
        Materi Pokok  : Energi Dan Penggunaannya
        Kelas / Semester  : IV / II
        Waktu    : 2 Jam Pelajaran (1 x Pertemuan)
        Pelaksanaan   : 23 Februari 2011
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    1. Standar Kompetensi  
      8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
    1. Kompetensi Dasar
        8.2 Menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya.
    1. Indikator
      • Mencari informasi berbagai sumber energi alternatif.
      • Memberi contoh benda-benda yang menggunakan sumber energi alternatif, misalnya mobil bertenaga surya.

              • Karakter siswa yang diharapkan :  Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab ( responsibility ) Dan Ketelitian ( carefulness)

    1. TUJUAN
    1. Tujuan Pembelajaran** :
      1. Siswa dapat Mampu menceritakan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
      2. Siswa dapat Menyebutkan cara memanfaatkan energi matahari, angin, air, panas bumi serta mememberikan contohnya
      3. Siswa dapat Menyebutkan keuntungan dan kerugian sumber energi dari bahan fosil
      4. Siswa dapat Menyebutkan keuntungan dan kerugian sumber energi alternatif
    1. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 
      Dengan mengunakan mengamati dan membandingkan serta menggunakan metode pembelajaran model kooperatif Jigsaw, pemahaman siswa energi alternative dan penggunaannya dapat meningkat sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih baik
    1. Dampak pengiring
      Setelah pembelajaran tentang energi dan penggunaannya  diharapkan secara bertahap siswa dapat memanfaatkan energy secara hemat atau sesuai dengan kebutuhan pada kehidupan sehari-hari
    1. MATERI PEMBELAJARAN
    1. Pokok-pokok materi
      Energi dan penggunaannya
         Energi Alternatif 
    1. Sumber dan media
      1. Buku  SAINS SD Relevan Kelas IV
      2. Batu, pengaris mika, mug, kantong plastik, kertas koran, handuk, air hangat, jam, karet gelang.
      3.   Metode : Kooperatif ( Jigsaw ) dengan pembagian kelompok ahli (expert study), tanya jawab, ceramah, demontrasi dan diskusi.

    1. KEGIATAN PEMBELAJARAN
    1. Langkah-langkah kegiatan
    1. Pra kegiatan 5 menit
    • Guru mempersiapkan alat peraga
    • Guru mengabsen siswa
    1. Kegiatan Awal 10 menit
    • Guru menanyakan pelajaran yang telah lalu
    • Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan.
    • Memahami peta konsep tentang Energi Alternatif
    • Guru membagi kelas dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok mempunyai seorang yang ahli
    • Guru meminta tim ahli sebagai Expert group dari perwakilan kelompok untuk diberi pengarahan tentang pelaksanaan pengamatan dalam mencari macam-macam benda yang berbeda sifat yang terdapat dilingkungan sekitar sekolah untuk diisikan dilembar kerja siswa
    • Guru membagikan lembar kerja siswa
    1. Kegiatan Inti 30 menit
      • Eksplorasi
      Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
      • Mencari informasi dari buku, koran mengenai sumber energi alternatif

        • Matahari
        • Angin
        • Air
        • Panas
      • melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
      • memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
      • Elaborasi
      Dalam kegiatan elaborasi, guru:
      • membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
      • memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
      • memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
      • memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
      • memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
      • memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
      • memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi matahari
      • Energi matahari diubah menjadi energi listrik dengan alat sel surya
      • Digunakan langsung sebagai pemanas air di rumah dengan alat panel listrik
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi angin, dan memberikan contoh
      • Kapal layar
      • Kincir Angin
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi Air
      • Menyebutkan cara memanfaatkan energi Panas bumi
      • Konfirmasi
      Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
      • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
      • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
      1. Kegiatan akhir 25 menit
      • Siswa diminta mengerjakan lembar evaluasi
      • Guru mengawasi jalannya evaluasi

    1. PENILAIAN
      A. Prosedure Penilaian
      1. Tes Awal (tidak ada)
      2. Tes dalam proses (ada) Pada lembar kerja
      3. Tes Akhir (ada) pada lembar menceritakan kembali
      B. Jenis tes (tertulis)
      C. Bentuk tes (Uraian)
    D. Alat tes (lampiran soal) 
       




    Mengetahui
    Kepala SD Ma’arif Tieng
    ( UMAR, S. PD )
    NIP.19641215 198608 1 002 
    Wonosobo, ...........................
    Guru Kelas 4
    ( IDA YUANITA. L )
    NUPTK.51347356 3730 0003




    3i.  Lembar pengamatan proses pembelajaran
    LEMBAR PENGAMATAN
      KEGIATAN GURU DALAM PERBAIKAN PEMBELAJARAN
      ( SIKLUS II ) 

    No Perilaku guru yang diobservasi Kemunculan Komentar
    1 Mengelola ruang,fasilitas pembelajaran Ada Tdk ada

    1.1 Menata fasilitas dan sumber belajar -

    1.2 Mengecek kehadiran siswa -
    2 Melaksanakan kegiatan perbaikan pembelajaran



    2.1 Mengadakan apersepsi -

    2.2 Melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan -

    2.3 Menggunakan alat bantu media yang sesuai -

    2.4 Melaksanakan pembelajaran dalam urutan yang logis -

    2.5 Melaksanakan perbaikan pembelajaran -

    2.6 Mengelola waktu pembelajaran secara efisien -
    3 Mengelola interaksi kelas



    3.1 Memberi petunjuk dan penjelasan isi pembelajaran -

    3.2 Menangani pertanyaan dan respon siswa -

    3.3 Menggunakan ekspresi lisan tulisan isyarat dan gerakan badan -

    3.4 Memicu dan memelihara ketertiban kelas -

    3.5 Memantapkan penguasaan matei pembelajaran -
    4 Bersikap terbuka dan luwes serta membantu mengembangkan sikap positif siswa terhadap pembelajaran



    4.1 Menunjukkan sikap ramah,luwes,terbuka pengertian dan sabar -

    4.2 Menunjukkkan kegairahan dalam mengajar -








    LEMBAR PENGAMATAN
      AKTIFITAS SISWA
      ( SIKLUS II ) 
        Petunjuk : Berilah penilaian dengan menggunakan tanda centang ( √ ) pada kolom  Yang sesuai  

    No Perilaku Yang diobservasi Kemunculan Skor Ket
    Ada Tdk Ada 1 2 3 4 %
    1 1.1 Kehadiran Siswa - - - - 100

    1.2 Kelengkapan alat pelajaran siswa - - - - 75
    2 2.1 Respon terhadap apersepsi







    2.1.1 Acuh tak acuh - - - - 75

    2.1.2 Memperhatikan guru - - - - 75

    2.1.3 Responsif terhadap pertanyaan guru - - - - 100

    2.2 Perhatian siswa terhadap pembelajaran - - - - 100

    2.3 Perhatian siswa terhadap alat peraga - - - - 100
    3 3.1 Siswa yang mengajukan pertanyaan - - - - 75

    3.2 Suasana siswa pada saat pembelajaran - - - - 100
    4 4.1 Sikap siswa terhadap guru - - - - 100

    4.2 Gairah belajar siswa - - - - 100

    4.3 Percaya diri siswa - - - - 75
      Skor aktifitas siswa = Skor yang diperoleh X 100 %
                                          Skor maksimal
                                       =1075  X 100 %
                                          1200
                                      =89 %


















       
    3j. Rekap hasil pengamatan proses pembelajaran
    LEMBAR OBSERVASI PEMBELAJARAN SIKLUS II


    Mata Pelajaran / Topik IPA/ Energi dan penggunaannya
    Kelas / Sekolah SD Ma’arif Tieng
    Nama Pengajar Laili Hani’ah






    TAHAP / ASPEK INDIKATOR HASIL OBSERVASI
    KEGIATAN AWAL
    1. Apa yang dilakukan guru untuk menggali pengetahuan awal atau memotifasi siswa?
    2. Bagaimana respons siswa? Apakah siswa bertanya tentang sesuatu masalah terkait dengan apa yang disajikan guru pada kegiatan awal?
    Menggali pengetahuan siswa
    Ya
    KEGIATAN INTI Materi ajar :
    1. Apakah guru memberikan penjelasan umum tentang materi ajar atau prosedur kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa?
    2. Bagaimana keterkaitan antara pembelajaran dengan realita kehidupan, lingkungan dan pengetahuan lainnya?
    Ya


    Ada keterkaitan
    Pengelolaan sumber belajar / media
    1. Apakah guru terampil dalam memanfaatkan dan mampu memanipulasi media pembelajaran?
    2. Bagaimana interaksi siswa dengan sumber belajar / media?
    Ya

    Kurang
    Strategi Pembelajaran
    1. Apakah proses pembelajaran dilaksanakan dengan strategi yang sesuai secara lancar?
    2. Apakah siswa dapat mengikuti alur kegiatan belajar?
    3. Apakah siswa aktif melakukan kegiatan fisik dan mental (berpikir)?
    Terhambat karena alat peraga terbatas
    Ya
    Kurang

    KEGIATAN PENUTUP Penguatan/konsulidasi

    1. Bagaimana cara guru memberikan penguatan, dengan mereviu, merangkum atau menyimpulkan?
    2. Apakah guru memberi tugas rumah untuk remidi atau penguatan?

    Menyimpulkan

    Ya


























    DATA SIKLUS III
    3a. Kisi-kisi soal siklus III
    KISI – KISI PENULISAN SOAL ULANGAN PELAJARAN 2010 / 2011 
    Nama Sekolah  : SD Ma’arif Tieng

    Mata Pelajaran  : IPA

    Kelas/Program  : IV / SD-MI

    Semester   : 2 (dua)

    Standar Kompetensi  : 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 

    No Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Indikator Pencapaian Kompetensi No Soal Bentuk Soal


    1. Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya

    Energi dan penggunaannya
    1. Energi Panas (hlm.148)

    1. Energi Bunyi
    (hlm.152)


    • Mengidentifikasi sumber-sumber energi panas.

    • Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas.

    • Menunjukkan tiga jenis perpindahan panas

    • Membuat daftar sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar.

    • Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

    • Menunjukkan bukti perambatan bunyi pada benda padat, cair, dan gas.

    • Menunjukkan bahwa bunyi dapat dipantulkan atau diserap.

    1.

    2.
    3.
    4.

    5.

    6.

    7

    PG

    PG
    PG
    PG

    PG

    PG

    PG


    1. Menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya

    Energi dan penggunaannya
    1. Energi Alternatif
    (hlm.161)


    • Mencari informasi berbagai sumber energi alternatif.

    • Memberi contoh benda-benda yang menggunakan sumber energi alternatif, misalnya mobil bertenaga surya.

    8.

    9.


    PG

    PG


    1. Membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat kertas/parasut

    Energi dan penggunaannya
    1. Karya dengan Menerapkan Konsep Perubahan Energi Gerak. (hlm.167)

    1. Karya dengan Menerapkan Konsep Bunyi (hlm.172)

    • Menentukan karya/model yang akan dibuat

    • Menentukan bahan yang akan digunakan.

    • Membuat karya/model sesuai rancangan.

    • Menguji karya/model yang dibuat dan menyempurnakannya.

    • Menerapkan prinsip-prinsip keselamatan, kesehatan, keamanan kerja dan menjaga kebersihan.

    10.

    11.
    12.
    13.

    14.

    PG

    Isian
    Isian
    Isian

    Isian


    1. Menjelaskan perubahan energi bunyi melalui penggunaan alat musik

    Energi dan penggunaannya
    Perubahan bunyi melalui alat musik (hlm.159)

    • Menunjukkan bukti perubahan bunyi melalui alat musik

    15.

    Isian

































    KISI – KISI PENULISAN SOAL ULANGAN PELAJARAN 2010 / 2011 
    SIKLUS III
    Nama Sekolah  : SD Ma’arif Tieng

    Mata Pelajaran  : IPA

    Kelas/Program  : IV / SD-MI

    Semester   : 2 (dua)

    Standar Kompetensi  : 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
    Alokasi Waktu   : 15 menit
    Jumlah    : 15
    Bentuk Soal  : I.  Pilda  : 10 butir
                II. Isian  : 5 butir



    1. Membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat kertas/parasut

    Energi dan penggunaannya
    1. Karya dengan Menerapkan Konsep Perubahan Energi Gerak. (hlm.167)

    1. Karya dengan Menerapkan Konsep Bunyi (hlm.172)

    • Menentukan karya/model yang akan dibuat

    • Menentukan bahan yang akan digunakan.

    • Membuat karya/model sesuai rancangan.

    • Menguji karya/model yang dibuat dan menyempurnakannya.

    • Menerapkan prinsip-prinsip keselamatan, kesehatan, keamanan kerja dan menjaga kebersihan.

    10.

    11.
    12.
    13.

    14.

    PG

    Isian
    Isian
    Isian

    Isian


    1. Menjelaskan perubahan energi bunyi melalui penggunaan alat musik

    Energi dan penggunaannya
    Perubahan bunyi melalui alat musik (hlm.159)

    • Menunjukkan bukti perubahan bunyi melalui alat musik

    15.

    Isian










    3b. Butir soal tes siklus III
    LEMBAR PRAKTEK SISWA 
    Buatlah Baling-baling dan Alat music bersama teman sebangku dan sislah table dibawah !





    NO Mengamati Menceritakan penggunaan dan manfaat
    1. Kelompok 1 Membuat baling-baling
    1. Tujuan
      Membuktikan terjadinya energy gerak karena pengaruh Angin
    1. Alat Dan Bahan
      ………………………………………………….
      ………………………………………………….
    1. Langkah Kerja
      …………………………………………………
      …………………………………………………
      …………………………………………………
    1. Pengamatan
      Amati yang terjadi ketika baling-baling terkena angin
    1. Kesimpulan
      …………………………………………………
      …………………………………………………
    2. Kelompok 2 Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Membuat Alat Musik Drum Sederhana
    1. Tujuan
      Membuktikan bahwa sumber bunyi dapat bergetar akibat pukulan
    1. Alat Dan Bahan
      ………………………………………………….
      …………………………………………………..
      ………………………………………………….
    1. Langkah Kerja
      …………………………………………………
      …………………………………………………
      …………………………………………………
    1. Pengamatan
      Bunyikan drum dengan menggunakan sumpit dan amatilah
    1. Kesimpulan
      …………………………………………………
      …………………………………………………
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. LEMBAR KERJA SISWA



    Carilah 10 contoh sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitarmu!

    No. Alat Pukul Petik Gesek Tiup Bahan

    Gong ... ... ... Besi Kuningan

    ... ... ... ... ... ...

    ... ... ... ... ... ...

    ... ... ... ... ... ...

    ... ... ... ... ... ...

    ... ... ... ... ... ...

    ... ... ... ... ... ...

    ... ... ... ... ... ...

    ... ... ... ... ... ...

    ... ... ... ... ... ...














    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. LEMBAR TES FORMATIF SISWA
    Berilah tanda X pada huruf a,b,c, atau d pada jawaban yang benar!
    1.Sumber energy panas utama bagi bumi adalah…
    a.Matahari c.angin
    b.api d.gunung berapi

    2.Benda penghasil api dengan cara digesekkan adalah…
    a.korek api c.radiasi
    b.petasan d.interaksi
    3.Panas yang merambat langsung tanpa melalui zat perantara dikenal dengan sebutan…
    a.radiasi c.konveksi
    b.konduksi d.aliran
    4.Dibawah ini alat musik yang berbunyi dengan cara ditiup adalah…
    a.seruling,drum c.terompet,seruling
    b.gitar.biola d.gendang.terompet
    5.Bunyi dihasilkan oleh benda yang…
    a.bergetar c.diam
    b.bergeser d.bergerak
      6.Berikut ini adalah zat perantara yang dapat menghantarkan bunyi,kecuali…
    a.benda gas c.tape recorder
    b.benda padat d.benda cair
    7.Pantulan bunyi yang kurang jelas karena bunyi yang dihasilkan dari pemantulan bercampur dengan bunyi asli disebut…
    a.gema c.gelombang
    b.gaung d.getaran
    8.Energi alternatif yang berasal dari luar bumi adalah…
    a.air c.panas bumi
    b.matahari d.angin
    9.Mobil tenaga surya menggunakan sumber tenaga berupa…
    a.panas bumi c.panas matahari
    B cahaya matahari d.listrik
    10.Sebelum membuat layang-layang kita harus membuat…
    a.rangka c.baling-baling
    b.benang d.skemaa

    Coba isi titik-titik dengan jawaban yang tepat ! 
    11.Bahan apa sajakah yang diperlukan dalam membuat parasut?
    12.Bagaimana langkah-langkah membuat parasut?
    13.Mengapa depan pesawat terbang dibuat runcing?
      14.Dimanakah sebaiknya kamu bermain laying-layang?
    15.Contoh alat musik yang menerapkan sifat bunyi adalah?

    3c. Kunci Jawaban
    LEMBAR KEGIATAN SISWA
    Kebijaksanaan guru
    LEMBAR KERJA SISWA
    1. a
    2. a
    3. d
    4. c
    5. a
    6. c
    7. b
    8. c
    9. b
    10. a
      LEMBAR EVALUASI SISWA
    1. yang diperlukan dalam membuat parasut
      a.Plastik bekas (usahakan plastik tipis)
      b.Benang
      c.Pemberat(kayu,mainan patung kecil)
    1. langkah-langkah membuat parasut :
      a. Potong plastik berbentuk lingkaran dengan jari-jari 25 cm
      b.Plastik yang telah dipotong, lubangi tepinya dengan jarak + 10 cm dengan jarum.
      c. Potong benang sepanjang 50 cm dan sebanyak lubang pada plastik (no 2)
      d. Ikatlah benang ke tepi plastik yang telah dilubangi sati per satu.
      e. Satuka semua ujung benang yang lain dan ikatlah pemberatnya.
      f. Parasut telah jadi dan siap diluncurkan
      g. Supaya parasut menarik,hiaslah dengan warna-warni.
    1. Untuk menghindari gesekan udara
    2. di lapangan atau tempat aman
    3. terompet dan gendang





    3d. Pedoman/Kriteria penskoran dan penilaian
    LEMBAR PRAKTEK SISWA
    Kebijaksanaan guru

    LEMBAR KERJA SISWA
    Kebijaksanaan guru

    LAMPIRAN III
    LEMBAR EVALUASI SISWA 
    Prosedur Penilaian = Jawaban benar Pilda X 1 = 10 X 1 = 10
                            Jawaban benar isian 2 x 5 = 10
                                        Jumlah Skor  = 20
    Nilai = Jumlah Skor X 5 = 20 X 5 = 100
















    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. 3e. lembar jawaban siswa
    Berilah tanda X pada huruf a,b,c, atau d pada jawaban yang benar!

    1. a   b   c   d
    2. a   b   c   d
    3. a   b   c   d
    4. a   b   c   d
    5. a   b   c   d
    1. a   b   c   d
    2. a   b   c   d
    3. a   b   c   d
    4. a   b   c   d
    5. a   b   c   d
    Coba isi titik-titik dengan jawaban yang tepat !
      .
                1. ..............................................................................................................................
                2. ...............................................................................................................................
                3. ...............................................................................................................................
                4. ..............................................................................................................................
                5. ...............................................................................................................................
















    3f.  Daftar hadir siswa
    DAFTAR ABSEN SISWA KELAS IV SD MA’ARIF TIENG
    Tanggal 29 Januari 2011

    No absent Nama L/P Hadir Tidak Hadir
    1 M.Ikhlas L _
    2 M.Syihabudin L _
    3 Rudi Khamid L _
    4 M.Deni Kharosat L _
    5 Zainatul Ummayah P _
    6 Hasib Mubarok L _
    7 Dea Pramesti P _
    8 Ahmad Yazid L _
    9 Ana Listiana P _
    10 Abdurrahman Lutfi L _
    11 Anis KhafidaJannah Firya P _
    12 Desti Widiya Ningrum P _
    13 Dia Rahma Aprilia P _
    14 Erna Damayanti P _
    15 Lial Khusna P _
    16 Lisna Khayatul Ikhda P _
    17 Lailatul Jannah P _
    18 Mega Aprilia P _
    19 M.Razif L _
    20 Nurul Amalia P _
    21 Naila Asikhatul Aini P _
    22 Ryan Andriawan L _
    23 Rohmatul Isnaeni P _
    24 Ryan Ardiyanto L _
    25 Syaiful Wildani L _
    26 Septi Hikmawati P _
    27 Sinta Salastulasifah P _
    28 Umi Khasanatun P _
    29 Umi Kulsum P _
    30 Zufni Asna Fahnidia P _
    31 Zainal Arifin L _
    32 Agel Aryanto L _
    33 Diana Dwi Saputri P _
          Prosentase kehadiran siswa = Jumlah siswa yang hadir X 100 %
                                                          Jumlah siswa semua
                                                       =14  X 100 %
                                                         14
                                                       =100 %
         Jadi prosentase kehadiran siswa 100 %
























    3g. Rekap nilai siklus 3
    DAFTAR NILAI SIKLUS III

    No Nama Siswa Nilai Nilai KKM 63
    LK Evaluasi Tuntas Tidak Tuntas
    1 M.Ikhlas
    75 -
    2 M.Syihabudin
    55 -
    3 Rudi Khamid
    60 -
    4 M.Deni Kharosat
    70 -
    5 Zainatul Ummayah
    65 -
    6 Hasib Mubarok
    60 -
    7 Dea Pramesti
    55 -
    8 Ahmad Yazid
    80 -
    9 Ana Listiana
    75 -
    10 Abdurrahman Lutfi
    55 -
    11 Anis KhafidaJannah Firya
    60 -
    12 Desti Widiya Ningrum
    75 -
    13 Dia Rahma Aprilia
    85 -
    14 Erna Damayanti
    60 -
    15 Lial Khusna
    85

    16 Lisna Khayatul Ikhda
    60

    17 Lailatul Jannah
    70

    18 Mega Aprilia
    50

    19 M.Razif
    75

    20 Nurul Amalia
    60

    21 Naila Asikhatul Aini
    80

    22 Ryan Andriawan
    70

    23 Rohmatul Isnaeni
    65

    24 Ryan Ardiyanto
    65

    25 Syaiful Wildani
    60

    26 Septi Hikmawati
    50

    27 Sinta Salastulasifah
    70

    28 Umi Khasanatun
    55

    29 Umi Kulsum
    70

    30 Zufni Asna Fahnidia
    50

    31 Zainal Arifin
    50

    32 Agel Aryanto
    70

    33 Diana Dwi Saputri
    60

                          
         Prosentase ketuntasan siswa = Jumlah siswa yang tuntas  X 100 %
                                                                 Jumlah semua siswa
                                                              = 12  X 100 %
                                                                  14
                                                              = 85,7 %
                Jadi prosentase siswa yang lulus kkm adalah 85,7 %
          Nilai rata-rata  =  Jumlah nilai
                                Jumlah siswa
                      =   930
               14
                      =  66,4










    3h. RPP
    RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
    (RPP SIKLUS III)
            Metode   : Kooperatif ( Jigsaw )
        Mata Pelajaran  : Ilmu Pengetahuan Alam
        Materi Pokok  : Energi Dan Penggunaannya
        Kelas / Semester  : IV / II
        Waktu    : 2 Jam Pelajaran (1 x Pertemuan)
        Pelaksanaan   : 24 Februari 2011
    Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.
    1. Standar Kompetensi  
      8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
    1. Kompetensi Dasar
      8.3 Membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat kertas/parasut.
    1. Indikator
      • Mencari informasi berbagai sumber energi alternatif.
      • Memberi contoh benda-benda yang menggunakan sumber energi alternatif, misalnya mobil bertenaga surya.

              • Karakter siswa yang diharapkan :  Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab ( responsibility ) Dan Ketelitian ( carefulness)

    1. TUJUAN
    1. Tujuan Pembelajaran** :
      1. Siswa dapat Menentukan karya/model yang akan dibuat
      2. Siswa dapat Menentukan bahan atau alat yang akan digunakan.
      3. Siswa dapat Membuat karya/model sesuai rancangan.
      4. Siswa dapat Menguji karya/model yang dibuat dan menyempurnakannya.
      5. Siswa dapat Menerapkan prinsip-prinsip keselamatan, kesehatan, keamanan kerja dan menjaga kebersihan.
    1. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 
      Dengan mengunakan mengamati dan membandingkan serta menggunakan metode pembelajaran model kooperatif Jigsaw, pemahaman siswa energi alternative dan penggunaannya dapat meningkat sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih baik
    1. Dampak pengiring
      Setelah pembelajaran tentang energi dan penggunaannya  diharapkan secara bertahap siswa dapat memanfaatkan energy secara hemat atau sesuai dengan kebutuhan pada kehidupan sehari-hari
    1. MATERI PEMBELAJARAN
    1. Pokok-pokok materi
       Energi dan penggunaannya
    • Karya dengan Menerapkan Konsep Perubahan Energi Gerak.
    • Karya dengan Menerapkan Konsep Bunyi

    1. Sumber dan media
      1. Buku  SAINS SD Relevan Kelas IV
      2. Botol plastik, sebatang sedotan, lem, plastisin, selotip, kertas karton Kertas tulis, pensil, pengaris, gunting
      3.   Metode : Kooperatif ( Jigsaw ) dengan pembagian kelompok ahli (expert study), tanya jawab, ceramah, demontrasi dan diskusi.

    1. KEGIATAN PEMBELAJARAN
    1. Langkah-langkah kegiatan
    1. Pra kegiatan 5 menit
    • Guru mempersiapkan alat peraga
    • Guru mengabsen siswa
    1. Kegiatan Awal 10 menit
    • Guru menanyakan pelajaran yang telah lalu
    • Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan.
    • Memahami peta konsep tentang Energi Alternatif
    • Guru membagi kelas dalam 2 kelompok, masing-masing kelompok mempunyai seorang yang ahli
    • Guru meminta tim ahli sebagai Expert group dari perwakilan kelompok untuk diberi pengarahan tentang pelaksanaan pengamatan dalam mencari macam-macam benda yang berbeda sifat yang terdapat dilingkungan sekitar sekolah untuk diisikan dilembar kerja siswa
    • Guru membagikan lembar kerja siswa
    1. Kegiatan Inti 30 menit
      • Eksplorasi
      Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
      • Mencari informasi dari buku, koran mengenai sumber energi alternatif

        • Matahari
        • Angin
        • Air
        • Panas
      • melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
      • memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
      • Elaborasi
      Dalam kegiatan elaborasi, guru:
      • membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
      • memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru dan diwujudkan dalam bentuk hasil karya
      • memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
      • memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
      • memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
      • memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
      • memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
      • Menunjukkan hasil karya yang telah dibuat
      • Menyebutkan cara pembuatannya
      • Konfirmasi
      Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
      • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
      • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
      1. Kegiatan akhir 25 menit
      • Siswa diminta mengerjakan lembar evaluasi
      • Guru mengawasi jalannya evaluasi

    1. PENILAIAN
      A. Prosedure Penilaian
      1. Tes Awal (tidak ada)
      2. Tes dalam proses (ada) Pada lembar kerja
      3. Tes Akhir (ada) pada lembar tes formatif
      B. Jenis tes (tertulis)
      C. Bentuk tes (pilda dan Uraian)
      D. Alat tes (lampiran soal)
       




    Mengetahui
    Kepala SD Ma’arif Tieng
    ( UMAR, S. PD )
    NIP.19641215 198608 1 002 
    Wonosobo, ...........................
    Guru Kelas 4
    ( IDA YUANITA. L )
    NUPTK.51347356 3730 0003








    3i.  Lembar pengamatan proses pembelajaran
    LEMBAR PENGAMATAN
      KEGIATAN GURU DALAM PERBAIKAN PEMBELAJARAN
      ( SIKLUS III ) 

    No Perilaku guru yang diobservasi Kemunculan Komentar
    1 Mengelola ruang,fasilitas pembelajaran Ada Tdk ada

    1.1 Menata fasilitas dan sumber belajar -

    1.2 Mengecek kehadiran siswa -
    2 Melaksanakan kegiatan perbaikan pembelajaran



    2.1 Mengadakan apersepsi -

    2.2 Melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan -

    2.3 Menggunakan alat bantu media yang sesuai -

    2.4 Melaksanakan pembelajaran dalam urutan yang logis -

    2.5 Melaksanakan perbaikan pembelajaran -

    2.6 Mengelola waktu pembelajaran secara efisien -
    3 Mengelola interaksi kelas



    3.1 Memberi petunjuk dan penjelasan isi pembelajaran -

    3.2 Menangani pertanyaan dan respon siswa -

    3.3 Menggunakan ekspresi lisan tulisan isyarat dan gerakan badan -

    3.4 Memicu dan memelihara ketertiban kelas -

    3.5 Memantapkan penguasaan matei pembelajaran -
    4 Bersikap terbuka dan luwes serta membantu mengembangkan sikap positif siswa terhadap pembelajaran



    4.1 Menunjukkan sikap ramah,luwes,terbuka pengertian dan sabar -

    4.2 Menunjukkkan kegairahan dalam mengajar -
































    LEMBAR PENGAMATAN
      AKTIFITAS SISWA
      ( SIKLUS III ) 
        Petunjuk : Berilah penilaian dengan menggunakan tanda centang ( √ ) pada kolom  Yang sesuai  

    No Perilaku Yang diobservasi Kemunculan Skor Ket
    Ada Tdk Ada 1 2 3 4 %
    1 1.1 Kehadiran Siswa - - - - 100

    1.2 Kelengkapan alat pelajaran siswa - - - - 75
    2 2.1 Respon terhadap apersepsi







    2.1.1 Acuh tak acuh - - - - 75

    2.1.2 Memperhatikan guru - - - - 75

    2.1.3 Responsif terhadap pertanyaan guru - - - - 100

    2.2 Perhatian siswa terhadap pembelajaran - - - - 100

    2.3 Perhatian siswa terhadap alat peraga - - - - 100
    3 3.1 Siswa yang mengajukan pertanyaan - - - - 75

    3.2 Suasana siswa pada saat pembelajaran - - - - 100
    4 4.1 Sikap siswa terhadap guru - - - - 100

    4.2 Gairah belajar siswa - - - - 100

    4.3 Percaya diri siswa - - - - 75
      Skor aktifitas siswa = Skor yang diperoleh X 100 %
                                          Skor maksimal
                                       =1075  X 100 %
                                          1200
                                      =89 % 
    3j. Rekap hasil pengamatan proses pembelajaran
    LEMBAR OBSERVASI PEMBELAJARAN SIKLUS III


    Mata Pelajaran / Topik IPA/ Energi dan penggunaannya
    Kelas / Sekolah SD Ma’arif Tieng
    Nama Pengajar Laili Hani’ah



    TAHAP / ASPEK INDIKATOR HASIL OBSERVASI
    KEGIATAN AWAL
    1. Apa yang dilakukan guru untuk menggali pengetahuan awal atau memotifasi siswa?
    2. Bagaimana respons siswa? Apakah siswa bertanya tentang sesuatu masalah terkait dengan apa yang disajikan guru pada kegiatan awal?
    Menyanyikan lagu “Kodok Ngorek”
    Ya
    KEGIATAN INTI Materi ajar :
    1. Apakah guru memberikan penjelasan umum tentang materi ajar atau prosedur kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa?
    2. Bagaimana keterkaitan antara pembelajaran dengan realita kehidupan, lingkungan dan pengetahuan lainnya?
    Ya


    Ada keterkaitan
    Pengelolaan sumber belajar / media
    1. Apakah guru terampil dalam memanfaatkan dan mampu memanipulasi media pembelajaran?
    2. Bagaimana interaksi siswa dengan sumber belajar / media?
    Ya

    Kurang
    Strategi Pembelajaran
    1. Apakah proses pembelajaran dilaksanakan dengan strategi yang sesuai secara lancar?
    2. Apakah siswa dapat mengikuti alur kegiatan belajar?
    3. Apakah siswa aktif melakukan kegiatan fisik dan mental (berpikir)?
    Terhambat karena alat peraga terbatas
    Ya
    Kurang

    KEGIATAN PENUTUP Penguatan/konsulidasi

    1. Bagaimana cara guru memberikan penguatan, dengan mereviu, merangkum atau menyimpulkan?
    2. Apakah guru memberi tugas rumah untuk remidi atau penguatan?

    Menyimpulkan


    Selamat bekerja semoga sukses selalu...

    1 komentar:

    1. Anonim

      thx infonya